Dituduh Lakukan Ini, 4 Karyawan Bank Bumi Arta Dipecat

Dia mengaku, sudah sering mendengar soal diskriminasi ini di banyak bank swasta di Indonesia, namun baru kasus ini yang muncul ke permukaan.

Tayang:
Shutterstock
Ilustrasi dipecat. 

Sahat Simatupang, suami dari Netty yang dikonfirmasi via ponselnya mengaku pemecatan terhadap istrinya terkesan aneh karena alasan kredit macet di bank tersebut. Istrinya yang sudah 16 tahun bekerja tiba-tiba disuruh kantornya untuk menandatangani surat pensiun dini.

"Saya tidak ingin mencampuri urusan pekerjaan istri saya, tapi sejak akhir November 2016 lalu, dia selalu pulang dengan wajah murung. Dia tidak menceritakan kepada saya kalau dirinya dipaksa kantornya untuk pensiun dini, tapi tidak ada surat resminya," ujar Sahat.

Dirinya lalu mencari tahu sampai akhirnya pimpinan Bank Bumi Arta bagian sumber daya manusia menjelaskan, istrinya dan tiga rekan kerjanya akan diputus hubungan kerja tanpa alasan apapun.

"Sepanjang belum ada penyelesaiaan terhadap hak-hak dan keadilan, Tengku Firna dan Netty disarankan pengacara tetap bekerja. Kepala OJK juga bilang begitu. Yang kami sesalkan, ternyata ada diskriminasi kepada karyawan pribumi dan nonpribumi yang terungkap dari kasus ini," pungkasnya.

Pimpinan Cabang Bank Bumi Arta Cabang Medan, Kristanto yang dihubungi lewat ponselnya sebanyak tiga kali langsung mematikan panggilan masuk. Sementara pesan singkat yang dikirim ke WhatsApp tidak dibalas.

Penulis: Kontributor Medan, Mei Leandha

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved