Breaking News:

Lipsus

Ketika Perceraian Bukan Hal Tabu Lagi

Kalau dulu, ketika perempuan bercerai akan ada ketakutan dirinya terlantar atau dipandang jelek di masyarakat. Tapi hal ini berbeda pada saat ini.

doadankajianislami.com
Ilustrasi perceraian 

News Analysis
Citra Asmara Indra SSos MA
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBB

Bukan Hal Tabu Lagi

ADA pergeseran nilai dalam budaya. Adanya pengaruh modernisasi dan pemberitaan media yang sering mengabarkan ada artis yang mau bercerai, sehingga khayalak umum berpikir perceraian menjadi satu-satunya solusi dan tidak dianggap tabu lagi.

Kalau dulu, ketika perempuan bercerai akan ada ketakutan dirinya terlantar atau dipandang jelek di masyarakat. Tapi hal ini berbeda pada saat ini.

Kemandirian perempuan yang didorong oleh informasi dari media massa, mereka menjadi tahu dan berhak untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik, apabila dalam rumah tangganya mereka hanya disakiti suaminya.

Kalau dulu perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mereka takut atau malu, tapi sekarang justru mereka makin sadar bahwa itu tidak bisa dibiarkan lalu bisa menolak itu lalu menggungat cerai suaminya.

Sekarang, angka perceraian ini meningkat signifikan, karena perempuan semakin sadar mereka mendapatkan kesetaraan yang sama dengan laki-laki dalam rumah tangga. Sementara suami masih berpikir bahwa urusan domestik itu urusan istri.

Tapi ketika ada ketidakpuasan di pihak istri seperti apa yang mereka lihat di media tidak sesuai dengan kenyataan maka itu akan muncul pergolakan, sehingga mereka protes dan suaminya tidak bisa mengakomodir maka berpikir perceraian adalah caranya.

Adanya perceraian pasti berdampak pada anak-anak. Tidak bisa dipungkiri misalnya ada anak-anak yang kurang berprestasi atau agak perlu perhatian khususus itu muncul karena keretakan dalam rumah tangga.

Sosok anak yang masih usia emas usia 1-10 tahun itu sangat membutuhkan sosok ibu dan sosok ayah. Apabila sosok ayah hilang, mereka akan kehilangan panutan dan itu akan memberikan efek pada tumbuh kembang anak.

Perceraian itu akan memakan korban, mungkin perempuan berpikir mereka bisa mandiri tapi aspek lain yang harus dipertimbangkan adalah tumbuh kembang anak.

Kalau bisa dihindarkan perceraian ini misalnya membangun komunikasi yang baik antar suami dan istri. Seharusnya orangtua jangan gegabah untuk bercerai.

Faktor keterbukaan, komunikasi itu penting setiap ada masalah itu disampaikan ke pasangan. Melalui komunikasi yang baik akan saling memahami apa yang menjadi ganjalan dalam rumah tangga, masing-masing harus bisa menahan emosi, saling menghargai, dan sadar bahwa pernikahan itu tidak dijalankan sendiri. (o2)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved