Debat Pilgub Babel

Rustam Sindir Hidayat Soal Money Politic

Pertanyaan yang dilembarkan oleh Gubernur non aktif tersebut, sempat membuat ruangan debat terbuka menjadi riuh.

Penulis: Disa Aryandi |
Pos Belitung/Disa Aryandi
Capt foto : Rustam Effendi-Irwansyah ketika berfoto bersama dengan Hidayat Arsani, Sabtu (4/2/2017). Pos Belitung/Disa Aryandi 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Calon Gubenur (cagub) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) nomor urut dua, Rustam Effendi memberi pertanyaan kepada Cagub nomor urut empat, Hidayat Arsani, Sabtu (4/2/2017) ketika melaksanakan debat terbuka di Tanjungpandan, Belitung.

Pertanyaan yang dilembarkan oleh Gubernur non aktif tersebut, sempat membuat ruangan debat terbuka menjadi riuh. Pasalnya pertanyaan yang dilempar oleh Rustam itu, mengenai kejujuran dalam berpolitik.

Pasalnya menurut politisi PDI Perjuangan ini, politik uang kini masih ditemukan di Negeri ini. Rustam tidak memungkiri bahwa masih ada pemimpin yang memberikan contoh kurang baik, terkait perihal tersebut.

"Misalkan money politik. Bagaimana sikap saudara (Hidayat Arsani) dalam menanggapi perihal tersebut, terutama untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat," ucap Rustam melempar pertanyaan kepada Hidayat.

Tanpa lama, wakil Gubernur non aktif itu langsung mengatakan, bahwa perihal yang dimaksud itu merupakan sesuatu yang sangat mudah untuk diatasi.

"Gampng pak Gub, yang benar kita ambil, yang money politik kita serahkan ke hukum yang berlaku. Yang penting jalankan saja apa yang dibilang tadi, selama kita masih Gubernur naikan saja," jawab Hidayat Arsani.

Menurut Hidayat, itu merupakan masalah kecil. Jika orang tersebut ingin ikut aturan pemerintah, pilih aturan yang betul dan telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Tapi Kalau mau ikut negara lain, silahkan buka visa negara lain. Tapi itu kembali kepada manusia nya lagi," ujarnya.

Bagaimana tanggapan Rustam selanjutnya atas jawaban Hidayat Arsani?. Rustam mengatakan, apa yang disampaikan Hidayat tersebut sebagai bentuk, mengembalikan masyarakat kepada otentasi.

Terutama bagaimana cara masyarakat melihat manfaat dari undang-undang negara. Terutama dalam memberikan pencerdasan politik kepada masyarakat secara umum.

"Mudah-mudahan akan ada keseimbangan, sehingga betul-betul disampaikan kepada masyarakat. Melihat belakangan ini, masyarakat saat ini butuh pendidikan politik. Jangan sampai masyarakat tidak tau, dan menjadi resah," kata Rustam menanggapi jawaban Hidayat Arsani.

Kemudian, Hidayat Arsani kembali memberi tanggapan apa yang dilontarkan oleh Rustam.

"Saya rasa apa yang disebut pak Rustam itu tinggal dipilah. Ya istilahnya politik kita masih ada money politik. Itulah kalau kita miskin, kalau kita kaya tidak akan ada money politik," pungkasnya. (*).

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved