Orang Zaman Sekarang Banyak yang Gampang Tersinggung, Ini Ciri-cirinya

Bisa dibilang saat ini kita hidup di dunia yang gampang tersinggung. Jika dulu seseorang yang merasa tersinggung cenderung diam, kini malah sebaliknya

NET
Ilustrasi 

POSBELITUNG.COM - Zaman dulu saat penduduk dunia sebanyak sekarang ini, suara-suara orang yang tersinggung tidak sering terdengar.

Namun sekarang, seiring peningkatan jumlah penduduk, semakin banyak pula orang yang menyuarakan pendapat dan dirinya.

Tidak bisa dipungkiri hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya benturan pendapat dan saling tersinggung satu dengan lainnya.

Bisa dibilang saat ini kita hidup di dunia yang gampang tersinggung. Jika dulu seseorang yang merasa tersinggung cenderung diam, kini malah sebaliknya.

Orang-orang cenderung lebih vokal menyerukan ketidaknyamanannya akan perilaku dan perbuatan yang menyinggung.

Kita akui memang, hampir semua manusia pasti pernah tersinggung. Namun ada sebagian orang yang terjebak dalam kebiasaan “tersinggung” lebih dari yang dialami orang lain.

Kemungkinan besar hal ini terjadi karena emosinya cenderung lebih kuat dari pemikiran logis. Sehingga perilakunya juga akhirnya dipengaruhi.

Tapi tahukah Anda  bahwa terlalu mudah tersinggung justru merugikan diri sendiri? Sebab orang yang terlalu mudah tersinggung jarang bahagia dan sulit juga merasa bahagia ketika bersama dengan orang lain.

Hal ini terjadi karena ia memiliki kebenaran-kebenaran yang dianutnya sendiri. Sehingga saat orang lain bersinggungan dengan prinsip itu, ia menjadi marah dan tersinggung.

Uniknya lagi, orang yang suka tersinggung biasanya kurang menyadari kebiasaan buruknya itu.

Apakah Anda orang yang mudah tersinggung? Atau adakah orang di sekitar Anda yang mudah tersinggung?

Untuk mengindentifikasinya, simak ciri-ciri orang yang mudah tersinggung yang diklasifikasikan oleh Joyce Shafer dari trans4mind.com berikut ini:

1. Si tukang mengeluh

Salah satu tanda menetap orang yang mudah tersinggung adalah mengeluh sepanjang waktu. Keluhannya juga bukan keluhan normal biasa, namun level keluhan yang lebih ekstrem.

2. Menyalahkan orang lain untuk apa yang mereka rasakan

Sumber: Intisari
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved