VIDEO Jalan Baru di Desa Juru Seberang yang Kondisinya Menuai Kritik
Jalan tanah merah tersebut, memiliki berbagai cabang dibagian dalam dan keluar dari area jalan tanah merah ini adalah satu arah.
Penulis: Disa Aryandi |
Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi
POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Jika kita berkunjung ke Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, maka akan menjumpai jalan aspal yang sangat mulus.
Namun di sepanjang jalan tersebut, kalian juga akan menjumpai sebuah jalan tanah merah. Jalan yang baru dibuka pada penghujung tahun 2016 lalu itu, kini belum digunakan untuk apapun.
Jalan tanah merah tersebut, memiliki berbagai cabang dibagian dalam dan keluar dari area jalan tanah merah ini adalah satu arah.
Terdapat lima titik jalan keluar, dengan tujuan jalan Juru Seberang yang berjarak tidak jauh berbeda.
Belakangan diketahui, jalan tanah merah yang memiliki panjang secara keseluruhan 6,3 kilometer (km) tersebut, dibangun dengan menggunakan anggaran Pemerintah Desa (Pemdes) Juru Seberang sebesar Rp 809 juta.
Pelaksanaan pembangunan Jalan Desa ini pada tanggal 25 Nopember 2016 lalu. Jalan tanah merah yang memiliki lebar enam meter, dan tinggi 0,25 sentimeter (cm) tersebut kini kondisinya sudah cukup memprihatinkan.
Dibagian tengah jalan tanah merah ini, kini sebagian telah tergerus oleh air. Sehingga membuat sebagian dari jalan tanah merah yang berada di antara kolong-kolong ini menjadi rusak.
"Itu sudah lama kondisinya (tergerus air). Bukan hanya disini, tapi disana juga sudah mulai rusak, apalagi musim hujan kini air penuh dikolong terus naik sampai ke Jalan," ungkap seorang pria yang dijumpai Posbelitung.com, Selasa (7/2/2017) dilokasi jalan tersebut.
Dari informasi yang dihimpun Posbelitung.com, pembangunan pembukaan jalan tersebut sempat menjadi sorotan. Pasalnya kondisi jalan yang belum jelas peruntukannya itu, terkesan hanya dibangun asal-asalan.
Padahal utama untuk akses menuju Desa Juru Seberang, kini telah ada dan masih terlihat bagus. Sehingga dinilai terjadi pemborosan anggaran untuk pembangunan jalan tanah merah tersebut.
Selain itu, terdapat delapan proyek pembangunan yang semula untuk kesejahteraan masyarakat dan kepentingan pengembangan Desa dialihkan untuk satu pembangunan jalan tanah merah tersebut.
Salah satunya, anggaran untuk pembangunan Masjid di Desa Juru Seberang. Masjid yang semula dibangun dengan menggunakan anggaran Desa, kini tidak kunjung selesai.
"Dulunya kan disini kolong-kolong TI, ditimbun untuk bangun jalan, wajar kalau rusak sekarang jalannya. Iya belum ada apa-apa disini, masig hutan," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/jlaan-baru_20170207_191700.jpg)