Video
Video: AS dan Iran Dikabarkan Hampir Capai Kesepakatan Damai, Bahas Gencatan Senjata
Informasi tersebut pertama kali mencuat melalui laporan Axios yang mengutip pejabat Amerika Serikat.
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Rusaidah
POS BELITUNG -- Hubungan Amerika Serikat dan Iran disebut mulai memasuki fase baru setelah kedua negara dikabarkan semakin dekat menuju kesepakatan penting yang dapat memengaruhi stabilitas politik dan keamanan kawasan Timur Tengah.
Laporan terbaru menyebut Washington dan Teheran tengah membahas perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, disertai pelonggaran sanksi ekonomi dan negosiasi terkait program nuklir Iran.
Informasi tersebut pertama kali mencuat melalui laporan Axios yang mengutip pejabat Amerika Serikat.
Baca juga: Catat! Juni 2026 Punya Dua Momen Long Weekend, Bisa Libur Sampai 4 Hari
Baca juga: Proyek Jembatan Siburik Dimulai, Penggantian Box Culvert Dilakukan Selama 180 Hari
Baca juga: Pemkot Pangkalpinang Gelar Jumat Asri Usai Idul Adha, Warga Diajak Budayakan Gotong Royong
Meski belum diumumkan secara resmi, Presiden AS disebut telah memberikan sinyal bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai semakin terbuka dalam waktu dekat.
Namun hingga kini, proses negosiasi masih berlangsung dan belum mencapai tahap final.
Kesepakatan tersebut dinilai sangat strategis karena tidak hanya menyangkut hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga berpengaruh terhadap keamanan jalur perdagangan internasional, stabilitas energi dunia, hingga tensi geopolitik di Timur Tengah.
Gencatan Senjata 60 Hari Jadi Fokus Awal
Dalam rancangan pembahasan yang beredar, AS dan Iran disebut akan menyepakati memorandum of understanding (MoU) dengan masa berlaku selama 60 hari.
Periode tersebut nantinya bisa diperpanjang apabila kedua pihak sepakat melanjutkan kerja sama.
Sebagai bagian dari kesepakatan awal, Iran dikabarkan bersedia membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz tanpa pungutan tambahan serta melakukan pembersihan ranjau laut di kawasan tersebut.
Sebagai timbal balik, Amerika Serikat disebut siap melonggarkan sejumlah pembatasan ekonomi, termasuk membuka akses beberapa pelabuhan Iran dan memberi pengecualian sanksi agar ekspor minyak Iran kembali berjalan lebih luas.
Kebijakan tersebut diperkirakan dapat memberikan dampak besar terhadap perekonomian Iran yang selama bertahun-tahun mengalami tekanan akibat sanksi internasional.
Selain itu, pasar energi global juga diprediksi akan ikut terdampak positif apabila distribusi minyak dunia kembali stabil.
Seorang pejabat AS menyebut konsep utama dalam pembahasan itu adalah “kompensasi berdasarkan kinerja”.
Artinya, setiap bentuk keringanan dari Washington akan bergantung pada langkah nyata yang dilakukan Teheran dalam memenuhi komitmen mereka.
| Video: Karyawan Seketika Panik! Sapi Kurban Kabur Masuk Diler Mobil, Damkar Turun Tangan |
|
|---|
| Video: Serangan Drone Ukraina Makin Brutal, Rusia Latih Pegawai Bank, Siapkan Anti-Drone Tinggi |
|
|---|
| Video: Kevin Gusnadi Hadiri Kurban di Rumah Ayu Ting Ting, Aksi Mereka Bikin Heboh Fans |
|
|---|
| Video: Tangis Tengku Dewi Pecah usai Dokter Sebut Kista di Rahimnya Sudah Tak Terlihat |
|
|---|
| Video: Mau Kasih Jilbab, Kado Nyeleneh Fajar Sadboy Siapkan untuk Calon Bayi Amanda Manopo |
|
|---|