Breaking News:

Bagian Ini yang Belum Diselesaikan Kontraktor Masjid Al Ikhsan Versi PPK

Masjid yang dibangun menggunakan Dana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) senilai Rp 9.121.004.000 tersebut,

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Edy Yusmanto
Pos Belitung/Disa Aryandi
Masjid AL Ihsan, Jalan Jendral Sudirman, Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan, Senin (20/2/2017) tercatat telah putus kontrak. Pos Belitung/Disa Aryandi 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Masjid Al Ikhsan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Belitung Pratiwi angkat bicara soal pelaksanaan pembangunan masjid di Jalan Jendral Sudirman Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Masjid yang dibangun menggunakan Dana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) senilai Rp 9.121.004.000 tersebut, diakui Pratiwi memang ada beberapa item dari volume pengerjaan yang belum diselesaikan.

Menurut dia, bagian yang belum diselesaikan PT Zuty Wijaya Sejati sebagai kontraktor pelaksana yaitu railing tangga (susunan tangga-red) yang belum diselesaikan, lantaran perpanjangan kontrak pembangunan telah habis tanggal 15 Februari 2017 kemarin.

"Itu yang tidak bisa dipasang, karena kontrak sudah habis. Kalau yang lainnya sudah bisa digunakan untuk ibadah," ungkap Pratiwi kepada posbelitung.com, Senin (20/2/2017).

Baca: Kontrak Diputus, Pembangunan Masjid Dekat Jembatan Air Raya Belum Rampung

Ia memprediksi pembangunan rumah ibadah tersebut telah mencapai 98 persen. Namun kepastian dari volume pekerjaan itu belum bisa ditentukan, lantaran masih dalam tahap penghitungan.

"Volumenya sekarang masih direkap, membutuhkan waktu seminggu lah. Tapi perkiraan segitu (98 persen), dan sekarang posisi sudah dalam masa pemeliharaan selama enam bulan kedepan dan masih tanggung jawab pihak kontraktor," ujarnya.

Sebelumnya, untuk memutuskan kontrak terhadap pembangunan proyek ini PPK telah melakukan rapat dengan pihak kontraktor. Seharusnya pembangunan masjid itu harus selesai 100 persen pada Desember 2016 lalu.

"Tapi ternyata tidak selesai, jadi diperpanjang 50 hari karena ini proyek sosial, jadi aturannya bisa diperpanjang. Mereka (kontraktor) juga tetap di denda, sehari sudah tersirat kalau anggaran Rp 9 miliar, ya sekitar Rp 9 juta perhari," bebernya. 

Wartawan masih terus mengupayakan konfirmasi terhadap pihak kontraktor terkait masalah ini. (*)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved