Buku Anak-anak 'Aku Berani Tidur Sendiri', Ya Ampun Tapi Isinya Kok Seperti Ini
Menurut netizen banyak isi buku tersebut yang mengandung unsur seksual yang tak baik dikonsumsi untuk anak-anak.
n1sa.a: Sex education ga ky gini juga... di sini kan secara eksplisit diberitahu cara memuaskan diri sendiri. ??
mi_chiiii: Tetep aja kalo bocah yg baca trus dia nyoba2 pegang2 gimanaaa????
novita_maharani_Ini JAHAT !!! klo anak yg ga pnh tau ttg hal tsb trs baca ini halaman per halaman apa bkn nya malah penasaran... #USUTTUNTAS
kezinlove: Aduh gak masuk akal alasannya.
Klarifikasi Penulis dan Penerbit
Di akun instagramnya penulis Fita Chakra mengklarifikasi isi buku tersebut.
Assalamualaikum, teman-teman.
Bismillahirohmanirrohim.
Saya menerima banyak konfirmasi baik melalui inbox, DM maupun WA hari ini. Jika ada teman-teman yang menanyakan buku ini, berikut klarifikasi saya.
Saya banyak berdiskusi dengan editor tentang buku ini jauh sebelum terbit. Proses menulisnya cukup panjang. Jujur saja, saya sedih sekali ketika buku ini diposting sebagian halamannya.
Jauh sebelum hari ini, saya, Mas Didit sebagai editor dari buku ini dan Mbak Andar banyak berdiskusi. Sampai pada akhirnya, penerbit memutuskan menariknya beberapa bulan lalu (teman-teman pasti tahu bagaimana beratnya ketika buku yang kita tulis ditarik). Niat kami sesungguhnya adalah supaya anak-anak bisa melindungi diri dari kejahatan seksual. Bila teman-teman mencermati, ada halaman tips orangtua di sini karena buku ini memang dibaca dengan bimbingan ortu.
Saya memahami perasaan teman-teman yang mengkhawatirkan anak-anak yang membaca buku ini tanpa pendampingan. Cukup, doakan saya semoga saya bisa melalui ini dengan baik. Banyak hikmah yang saya ambil dari kejadian ini. Dan saya bersyukur masih banyak orang-orang yang menyayangi saya serta memberikan dukungan pada saya.
Mohon maaf lahir batin. Insya Allah, saya akan tetap berkarya.
Terima kasih Mbak Tiara Andarastuti, Mas Didit, dan Penerbit Tiga Serangkai.
Sementara itu penerbit Tiga Serangkai juga telah membuat klarifikasi di akun instagramnya.
Sehubungan dengan maraknya pembicaraan dan beredarnya potongan halaman dari cerita Aku Belajar Mengendalikan Diri dalam Seri Aku Bisa Melindungi Diri, bersama ini kami sampaikan bahwa ketika kami menerbitkan Seri Aku Bisa Melindungi Diri, kami berkeinginan membantu orang tua menjelaskan pada anak-anak tentang pentingnya melindungi diri. Antara lain mengajarkan anak untuk melindungi diri dari orang-orang yang berniat tidak terpuji terhadap mereka, membekali anak cara melindungi diri dari ancaman penyakit dan kejahatan seksual, juga pengetahuan dasar seksual yang penting untuk diketahui anak sejak dini.
Kami mengangkat materi “masturbasi” dalam salah satu cerita karena berawal dari adanya fenomena anak yang mendapatkan keasyikan saat menyentuh, memegang, atau bahkan memainkan kemaluannya. Hal “negatif” ini sudah umum dijumpai. Apabila kita mengetikkan kata kunci “anak memainkan kemaluannya” di Google, muncul banyak sekali artikel yang relevan dengan hal tersebut. Beberapa artikel bahkan menunjukkan bahwa perilaku ini juga dilakukan oleh balita. Beberapa orang menamakan aktivitas memainkan kemaluan ini dengan sebutan masturbasi. Sebenarnya, perilaku pada anak tersebut belumlah layak disebut masturbasi karena makna masturbasi adalah proses memperoleh kepuasan seks tanpa berhubungan kelamin atau stimulasi organ seks oleh diri sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/buku-aku-berani-tidur-sendiri_20170221_094749.jpg)