Begini Kondisi Korban Selamat dari Kejadian Gua Maut di Kelapa Kampit
Tangan kanannya tampak dipasangi infus dan wajahnya sesekali meringis saat diajak berbicara.
Penulis: Dedi Qurniawan |
Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan
POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Ditunggui oleh sang ibu, Syafrudin alias Udin (35) tampak setengah duduk dan bersandar di kasur pasien ruang Pelawan 1, Ruang Penyakit Dalam, RSUD Beltim, Kamis (9/3/2017) siang.
Tangan kanannya tampak dipasangi infus dan wajahnya sesekali meringis saat diajak berbicara.
Udin merupakan satu dari dua penambang timah yang selamat setelah sempat terjebak dan diduga keracunan gas karbonmonoksida di dalam gua (lubang) eks tambang yang disebut-sebut peninggalan Belanda, di wilayah Stoven, Gunong Kik Karak, Desa Senyubok, Kecamatan Kelapa Kampit, Rabu (8/3/2017) kemarin.
"Pak Sulasman (korban selamat satunya) sedang di-rontgen. Beliau agak sesak bernafas, tapi sadar. Kalau saya agak mendingan, ini paling luka-luka dikit kena batu saat keluar lubang itu," ujar Udin saat ditemui Pos Belitung.
Udin juga merupakan korban pertama yang berhasil dievakuasi oleh warga yang melakukan pencarian begitu para penambang ini tak kunjung pulang meski hari sudah beranjak malam.
Dia kemudian dilarikan ke Puskesmas Kelapa Kampit lalu dirujuk ke RSUD Beltim.
"Saat (diduga keracunan gas) itu, tiga orang itu sudah pingsan. Satu yang masih baring dan ada suara, saya sudah letih juga, tapi masih bisa duduk saya. Saat itu mata saya sudah terpejam tapi masih sadar posisi di dalam lubang. Saya keluar jam 18.30 WIB, jam 20.00 WIB, baru badan saya bisa gerak setelah dibawa ke Puskesmas (Kelapa Kampit), awalnya saya tidak bisa napas juga." tutur dia.
Selain Sulasman (selamat), ada tiga korban lainnya yang harus kehilangan nyawa dari kejadian naas ini.
Mereka adalah Rosmi, Boby, dan Pikan. (*)
Selengkapnya edisi cetak POS BELITUNG Jumat (10/3/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/korban-selamat_20170309_175705.jpg)