Pemenang Perang Dunia Ke-2 Pun Tak Mampu Taklukkan Indonesia

Melawan Inggris itu ibarat menaiki gunung pedang. Melawan negara pemenang Perang Dunia ke-II, negara yang tak terkalahkan sepanjang peradaban perang

Pejuang bertempur melawan Inggris, sang pemenang Perang Dunia ke-2 

“Di pusat kota, pertempuran lebih dahsyat, jalan-jalan diduduki satu per satu, dari satu pintu ke pintu lainnya. Mayat dari manusia, kuda-kuda dan kucing-kucing serta anjing-anjing, bergelimpangan di selokan-selokan; gelas-gelas berpecahan, perabot rumah tangga, kawat-kawat telepon bergelantungan di jalan-jalan, dan suara pertempuran menggema di tengah-tengah gedung-gedung kantor yang kosong."

"Perlawanan Indonesia berlangsung dalam dua tahap, pertama pengorbanan diri secara fanatik, dengan orang-orang yang hanya bersenjatakan pisau-pisau belati menyerang tank-tank Sherman, dan kemudian dengan cara yang lebih terorganisasi dan lebih efektif, mengikuti dengan cermat buku-buku petunjuk militer Jepang.”

Pada akhirnya para pejuang republik memang kalah. Pihak Inggris menemukan di puing-puing kota Surabaya dan di jalan-jalan 1.618 mayat rakyat Indonesia ditambah lagi 4.697 yang mati dan luka-luka.

Sedangkan menurut laporan dr. Moh. Suwandhi, Kepala Kesehatan Jawa Timur, jumlah yang dimakamkan secara massal di Taman Bahagia di Ketabang, di makam Tembokgede, di makam kampung-kampung di Kawatan, Bubutan, Kranggan, Kaputran, Kembang Kuning, Wonorejo, Bungkul, Wonokromo, Ngagel dan di tempat-tempat lain adalah 10.000 orang.

Dengan begitu dapat dipastikan bahwa sekitar 16.000 korban telah jatuh di medan laga bumi keramat kota Surabaya. Sementara tentara Inggris hanya kehilangan 618 serdadunya. 

Tentara Gurkha di pihak Inggris menembaki pejuang Indonesia
Tentara Gurkha di pihak Inggris menembaki pejuang Indonesia ()

Benarkah kita kalah? Secara hitungan nyawa, Indonesia memang kalah telak. Kerugian materialnya pun tak terkira. Namun secara hakekat Merah Putih tidak kalah.

Indonesia sama sekali tak pernah mengeluarkan bendera putihnya. Sang Saka tetap berkibar dihembus pengorbanan para syuhada dan martirnya.

Salah satu rumah penduduk Surabaya yang menjadi korban serangan Inggris.
Salah satu rumah penduduk Surabaya yang menjadi korban serangan Inggris. ()

Sekarang 71 tahun perjuangan yang menguras darah dan air mata itu telah berlalu. Sang Saka Merah Putih masih berkibar gagah.

Jika sekarang kita mulai terpecah belah gara-gara pilkada atau sejenisnya, apa kita tidak malu dengan para syuhada telah mengorbankan jiwa dan raganya? (*)

intisari.grid.id/Yoyok Prima Maulana

Sumber: Intisari
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved