Pria Tua Ini Diusir Pelayan Restoran Hotel, Beberapa Hari Kemudian Pelayan Wanita Itu Terkejut

Semua manager yang ada di hotel langsung keluar, memanggil semua pegawai untuk datang menghadap direktur hotel yang selama ini belum pernah mereka...

Tayang:
eberita
Ilustrasi 

"Maaf, restoran kami ini tidak ada air putih, hanya ada bir dan minuman lain."

"Restoran ini nggak ada air putih?" dengan tatapan bingung kakek ini memandang Jin-Lan.

"Saya nggak biasa minum minuman lain. Saya nggak pesan dulu deh." Kata kakek ini lagi.

"Jadi anda ini mau makan nggak? Kalau nggak mau makan, jangan duduk aja disini. Nanti anda mengganggu orang lain dan memakan tempat untuk orang lain!"

Kakek tua ini kemudian berkata sambil tertawa, "Hai anak muda, idemu cukup menarik. Memang benar, tampaknya sudah seharusnya orang-orang datang ke hotel untuk makan."

"Kalau gitu anda pesanlah makanan. Kalau nggak anda ini sedang mengambil jatah tempat duduk orang lain." Sebenarnya, waktu itu pengunjung tidak banyak dan masih banyak tempat kosong, Jin-Lan berkata seperti itu karena dia tidak suka dengan kehadiran orang tua ini.

"Baiklah-baiklah. Sini saya pesan."

Sesaat kemudian, prak! Sebuah buku menu yang tebal ditaruh di depan si kakek dan tanpa mempedulikan hal itu, kakek tua ini kemudian membuka-buka halamannya.

Sambil memasang raut muka yang tidak enak, Jin-Lan menunggu dan berpikir, "Orang tua kayak gini, pasti nggak bisa pesan apa-apa. Lihat aja, setiap menunya semahal itu."

Tidak lama kemudian salah seorang pelayan yang lain datang dengan membawa air putih, dia berkata, "Eh, Jin-Lan, kamu disini. Tuan, maaf, saya bawakan air, silahkan tuan duduk dan lihat menu kami pelan-pelan."

Melihat itu Jin-Lan langsung berpikir, "Huh. Kalau aku jadi dia, air putih pun nggak akan kukasih ke orang yang nggak bisa bayar apa-apa."

Kemudian dia berkata, "Gimana tuan? Apakah anda sudah mau memutuskan? Atau anda tidak bisa membeli apapun? Kalau anda tidak bisa bayar, harap jangan habiskan waktu kami disini."

Orang tua itu tertawa, kemudian berdiri, dan berkata, "Anak muda, buku yang baik tidak bisa dinilai dari sampulnya. Kalau memang jodoh, 2 orang pasti akan bertemu lagi." Kakek ini kemudian berjalan pergi.

"Ya ya baiklah terima kasih atas kata-kata bijakmu. Saya tidak tertarik."

"Udah miskin, lusuh, tua, masih mau datang kesini untuk makan, kamu nggak akan sanggup makan apapun di tempat ini!" Kata Jin-Lan saat kakek itu berjalan ke arah pintu.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved