Warga Sering Pergoki Sesama Pria Lakukan Ini di Parkiran saat Keluar dari Atlantis Gym, Menjijikan

Fatullah mengaku telah mengetahui adanya praktik seks LGBT di lokasi itu sejak setahun silam. "Saya pernah melihat dua pria yang...

Tayang:
Kolase Tribunnews.com
Para gay yang digerebek di tempat fitnes kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Para pria pengunjung Atlantis Gym kerap menunjukkan perilaku aneh sejak beroperasinya lokasi fitnes milik PT Atlantis Jaya, di Ruko Kokan Permata Blok B15-16, RT015/003, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sekitar tiga tahun silam.

Warga sering melihat sesama pria pengunjung tempat fitnes itu berpegangan tangan, hingga berciuman di lokasi parkir, yang terletak di depan ruko lokasi fitnes.

Fatullah mengaku telah mengetahui adanya praktik seks LGBT di lokasi itu sejak setahun silam.

"Saya pernah melihat dua pria yang berciuman saat di depan ruko," ujar Amal Fathullah (27), karyawan PT KAS Express.

Ruko lokasi pesta seks kaum homo dan gay di Kokan Permata Blok B 15-16 Kelapa Gading, Jakarta Utara, tampak dari depan. (TRIBUNNEWS/FAHDI)
Ruko lokasi pesta seks kaum homo dan gay di Kokan Permata Blok B 15-16 Kelapa Gading, Jakarta Utara, tampak dari depan. (TRIBUNNEWS/FAHDI) 

"Saya sih belom pernah masuk ke dalam situ (lokasi fitnes). Tapi sering melihat perilaku menyimpang pengunjung di luar ruko," paparnya.

Dirinya menambahkan, bahwa lokasi kantornya yang bersebelahan dengan lokasi fitnes, membuat dentuman musik terdengar jelas di lantai dua kantornya.

Namun dirinya berpikir musik itu hanya lagu yang diputar untuk fitnes.

"Kita sih tahunya itu tempat fitnes aja. Pintu masuk lantai pertama dibatasi meja resepsionis dan alat fitnes," katanya.

Tak Pasang Identitas Usaha untuk Kelabui Warga

Tidak tampak plang nama pada ruko empat lantai berwarna cokelat tersebut.

Ruko berlokasi di Kokan Permata Blok B 15-16 Kelapa Gading, Jakarta Utara, tersebut diduga menjadi tempat dilakukannya kegiatan pesta seks kaum homoseksual.

Menurut petugas keamanan, Maman, ruko tersebut selalu ‎ramai setiap malam akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu. 

Dia mengungkapkan, tamu yang datang juga tidak ada wanita. Semua tamunya adalah pria.

"Memang selalu ramai setiap akhir pekan, dan kalau pagi siang malah jarang," ujar Maman kepada Tribunnews.com, Senin (22/5/2017).

Maman sendiri mengaku tidak tahu bahwa ruko tersebut menjadi tempat pesta seks para homoseksual.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved