Santap Gorengan saat Sahur dan Berbuka Puasa, Begini Penjelasan Ahli Gizi

Masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan aneka gorengan sebagai menu pembuka saat berbuka puasa.

Pos Belitung/Dede Suhendar
Ilustrasi gorengan 

POSBELITUNG.COM, BANDUNG - Ada sejumlah makanan yang harus dihindari pengidap maag saat berpuasa.

Ahli Gizi RSHS Bandung,  Ides Haeruman Taufik SKM mengatakan, pengidap maag harus menghindari makanan yang terlalu asam dan pedas.

Makanan yang mengandung gas seperti ubi dan bergetah pun perlu dijauhi.

"Makanan bergas seperti ubi itu untuk pegidap maag bisa memperparah lambungnya," ujarnya, saat ditemui di RSHS, Jumat (27/5).

 Ia menekankan pentingnya mengatur jumlah asupan kalori harian.

Jika di luar Ramadan asupan makanan berjumlah 1.500 kalori, di bulan Ramadan pun asupan kalori harus sama.

"Permasalahannya ketika mengalami kekurangan kalori, dia akan memecah cadangan di otot dan hati dalam bentuk glikogen sehingga gula darah akan normal kembali. Tapi bagi pengidap diabetes, ini tidak bisa terjadi. Maka asupan kalori jumlahnya harus sama," katanya.

Masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan aneka gorengan sebagai menu pembuka saat berbuka puasa.

Menurut Ides, gorengan lebih baik dikonsumsi saat sahur lantaran memiliki kandungan lemak yang tinggi.

Jika mengonsumsi lemak saat sahur, seorang muslim akan cukup kuat berpuasa lantaran masa metabolisme lemak berlangsung selama 9 jam.

"Makanan lemak memiliki gizi yang tinggi. Satu gram lemak akan menyuplai 9 kalori, dan kalau karbohidrat dan protein itu metabolismenya 4 jam, lemak 9 jam. Makanya kalau sahur harus ada makanan yang digoreng yang ada lemaknya," ucapnya. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved