Begini Isi SMS Terakhir Korban Gantung Diri di Belitung, Ini yang Diketahui Keluarga Soal Pacarnya
Sejak pamit dengan alasan menjemput temannya, Andi (31) tak jua pulang ke rumah. Warga Jalan Gatot Subroto, Tanjungpandan ini sudah empat hari tak di
POSBELITUNG.COM ‑ Sejak pamit dengan alasan menjemput temannya, Andi (31) tak jua pulang ke rumah.
Warga Jalan Gatot Subroto, Tanjungpandan ini sudah empat hari tak diketahui keberadaannya.
Selasa (30/5) kemarin, barulah pihak keluarga dibuat kaget.
Pasalnya bujangan dari keluarga Tionghoa itu ditemukan dalam kondisi tergantung di belakang sebuah rumah kosong yang berada di kawasan hutan kecil di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Perawas, Tanjungpandan.
Adalah Deka (23) warga Jalan Pilang, Desa Dukong dan Riyan (19) warga Jalan Ahmad Yani dalam Kelurahan Lesung Batang, yang pertama kali menemukan jasad Andi.
Sebelum penemuan itu, pihak keluarga sempat mencari korban lantaran tak pulang selama empat hari.
"Terakhir dia (korban) SMS dengan aku sewaktu aku tanyak kemana. Dia bilang mau ke bandara jemput kawan, tapi sudah beberapa hari tidak pulang juga," ucap Aman, saudara Andi kepada Pos Belitung, Selasa (30/5).
Korban saat ditemukan mengenakan baju kaus putih dan celana jeans hitam. Tubuhnya tergantung menggunakan tali warna putih.
"Setahu kami tidak ada masalah apa‑apa dia. Terakhir itulah aku komunikasi dengan dia (Jumat, 26/5 ), baik‑baik saja dia selama ini. Pacar setahu saya tidak ada," ujar Aman.
Menurut Aman, adiknya itu selama ini mengenal baik seluk beluk lokasi tempat penemuan itu. Ini karena saat berusia remaja lokasi ini tempat mereka bermain dan mandi.
"Dia memang suka mandi di sini dulunya. Tidak menyangka, masalah tidak ada tahu‑tahu seperti ini," ucapnya.
Johan, saudara lainnya mengaku adiknya itu tidak memiliki masalah apapun selama hidupnya. Pihak keluarga sempat melaporkan hilangnya korban ini ke Polres Belitung.
"Tidak ada masalah apa‑apa. Dia juga tidak pernah ngomong soal keluh kesah dengan kami. Padahal istilahnya tinggal satu rumah," kata Johan.
Tim Identifikasi Satreskrim Polres Belitung dan Polsek Tanjungpandan dipimpin oleh AKP Gineung Praditina dan AKP Robby Ansyari langsung menuju lokasi penemuan begitu mendapat informasi tersebut.
Polisi sempat menemui kesulitan untuk proses evakuasi lantaran posisi jasad korban berada di posisi yang sangat tinggi. Selain itu, jarak menuju lokasi harus ditempuh berjalan kaki sejauh 250 meter dari jalan aspal lantaran kondisi halaman rumah kosong itu dikelilingi oleh pagar.
"Tanda‑tanda kekerasan tidak ada. Diduga korban sudah tergantung selama empat hari," kata Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Robby Ansyari.
Polisi juga memeriksa barang bawaan di saku celana korban dan menemukan kunci sepeda motor, dua buah handphone (HP) dan uang tunai Rp 8.000.
"Hasil visumnya kami masih menunggu besok (hari ini). Cuma untuk motif korban melakukan ini, sementara ini masih kami dalami," ujarnya.
Jasad korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Untuk barang‑barang yang kami temukan di TKP semua kami amankan. Kami masih mendalami motifnya apa. Termasuk tali untuk korban menggantung diri juga kami amankan," jelasnya. (n3)
Awalnya Mengira Boneka
DEKA (23) warga Pilang, Desa Dukong dan Riyan (19) warga Jalan A Yani Dalam, Kelurahan Lesung Batang, Tanjungpandan ini tidak menyangka bahwa benda yang tergantung di belakang sebuah rumah kosong di kawasan hutan kecil di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Perawas itu adalah jasad manusia.
"Kami kira awalnya cuma boneka, tapi setelah kami dekati ada kecium bau, baru kami tahu itu mayat. Terus kami lari ke bapak‑bapak yang sedang mancing (mancing di bagian kanan rumah). Kata beliau itu mayat. Baru kami lapor ke polsek," kata Deka kepada Pos Belitung, Selasa (30/5).
Dua remaja ini, semula berada di tempat itu hanya untuk mandi. Berbagai perbekalan, berupa kue telah dibawa oleh keduanya. Keduanya menuju tempat tersebut menggunakan sepeda motor.
"Niat kami awalnya cuma kepengen mandi saja. Tadi kami ke sini lewat samping, tidak ada orang di sini sepi, cuma sepeda motor itu (sepeda motor korban). Kami kira awalnya sepeda motor itu punya bapak yang mancing itu," ujar Deka.
Motor Suzuki FU BN 7917 FV warna hitam itu parkir sekitar tujuh meter dari teras rumah kosong itu.
Kondisi stang kendaraan terkunci. Ada juga helm warna putih tergantung di bagian kanan stang motor itu.
"Iya itu motor korban, dan kami sudah tanya kepihak keluarganya," kata Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Praditina.
Ada juga temuan sepasang sandal berwarna hitam biru di teras belakang rumah tersebut. Di dekat sandal itu ditemukan celana pendek berwarna biru.
"Barang‑barang itu diduga punya korban, dan sekarang sudah kami amankan sebagai barang bukti," jelasnya. (n3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/mayat-korban-gantung-diri_20170530_151155.jpg)