Ngenes Banget! Rela Mati-matian Biayai Kuliah Pacar, Setelah Lulus Malah Dinikahi Orang Lain

Akan tetapi, terkadang pengorbanan ini berakhir dengan kisah menyedihkan. Pasangan yang dulu diperjuangkan malah pergi mencampakkan lalu memilih...

epochtimes

Orangtuanya tiak bersedia membiayai kuliahnya, menyuruhnya tidak usah kuliah, langsung cari kerja saja.

Melihatnya selalu murung sepanjang hari, aku pun bilang kepadanya.

“Kamu kuliah saja, kan masih ada aku, aku juga tidak mau melanjutkan di akademi, jadi, aku akan cari kerja dan membiayai kuliahmu.”

Awalnya dia menolak, karena aku tetap bersikeras menyuruhnya kuliah.

Akhirnya ia pun kuliah di universitas bergengsi itu.

Sementara aku pun mengawali karier hidupku dengan bekerja di sebuah pabrik.

Demi membiayai kuliahnya, setiap bulan aku menyisakan uang untuk biaya hidupku sehari-hari, selebihnya aku serahkan kepadanya.

Singkat kata, setelah empat tahun kemudian, pacarku pun menyelesaikan kuliahnya.

Selama empat tahun itu, karena ingin berhemat, aku pun jarang menemuinya.

Kami bertemu pada saat hari raya nasional, sehari-hari kami hanya mengadakan kontak via telepon.

Tak lama setelah lulus dia akhirnya mendapat pekerjaan.

Suatu hari, aku ingin memberinya sebuah kejutan, lalu aku pun menunggunya di depan gerbang kantornya.

Dan saat akan meneleponnya, aku melihatnya berjalan keluar bersama dengan rekan kerjanya, dan dia tampak terkejut ketika melihatku.

Melihat itu, rekan sekantornya bertanya siapa pria itu, “Oh, dia kakak sepupu saya di kampung,” katanya merespon pertanyaan rekannya.

Dadaku serasa sesak mendengar perkataan itu, namun, dia mencoba menjelaskan kepada saya bahwa aturan perusahaan melarang karyawannya pacaran.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved