Dengar Bisikan, Pria Ini Bacok Anak dan Istri Sendiri
Kudus mengaku, kejadian itu terjadi pada saat maghrib. Kemudian tiba-tiba dirinya mengaku mendapatkan bisikan tersebut.
POSBELITUNG.COM, PESAWARAN - Makrifatul Kudus (30) mengakui bahwa dirinya yang telah membacok anaknya Berlian Hakim (1,5) dan istri Tri Suwarni (27) hingga tewas pada Minggu (16/7) selepas maghrib.
Kudus mengaku, kejadian itu terjadi pada saat maghrib. Kemudian tiba-tiba dirinya mengaku mendapatkan bisikan tersebut.
Atas bisikan itu, terlebih dahulu Kudus menghajar anaknya yang masih balita dengan sadis.
"Langsung tak tendang itu anak, terus saya lempar, tak ambilin golok, terus tak bacok," ujar Kudus dihadapan para awak media, Selasa (18/7) di halaman Mapolres Pesawaran.
Atas perbuatannya itu, anak kandungnya tersebut tewas. Tidak hanya itu, Kudus pun membacok istrinya yang juga menyebabkan sang istri meninggal.
Dia mengaku bahwa bisikan ini sering datang kepadanya. Dan bisikan itu, menurut dia, banyak bermacam-macam.
"Ada yang ngomong terus," tuturnya.
Kapolres Pesawaran AKBP M Syarhan menerangkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Lampung dan pakar psikolog untuk mengetahui kondisi psikologis tersangka.
"Koordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa untuk mengetahui secara pasti psikologi tersangka," ujar Syarhan saat ekspose perkara kemarin.
Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan mental Kudus untuk mengetahui apakah tersangka memiliki gangguan kejiwaan atau depresi. Atau, lanjut dia, lebih dari gangguan itu.
Diketahui Tri Suwarni dan balitanya Berlian Hakim yang menjadi korban pembantaian oleh sang ayah Kudus sudah dimakamkan dalam satu liang lahat di Tempat Pemakaman Umum Desa Margo Mulyo, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, Senin (17/7).
Usai disalatkan, hampir seluruh pelayat di rumah duka turut mengantarkan jenazah Suwarni dan Berlian ke tempat peristirahat terakhirnya.
Selama prosesi pemakaman, duka mendalam terlihat di wajah putri sulung korban, Sajiah Bayati (8).
Sajiah berdiri tak jauh dari makam ibu dan adiknya. Air mata bocah yang masih duduk di bangku kelas 2 SD itu, terus mengalir mengiringi prosesi pemakaman ibu dan adiknya tersebut.(dik)
Terancam 20 Tahun Penjara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/bacok_20160719_095939.jpg)