Pasangan Ini Tak Bisa Lepas Saat Asyik Berhubungan Intim, Begini Mitos dan Tinjauan Medisnya

Yang menjadikannya lebih berbahaya, meski sudah tidak dalam keadaan ereksi, pen*s tetap tidak bisa ditarik keluar.

Tayang:
Dailymail
gencet 

POSBELITUNG.COM - Pernah mendengar gancet atau dalam istilah medis disebut pen*s captivus dan vaginismus.

Fenomena memang pernah terjadi dan kerap dikait-kaitkan dengan hal mistis.

Gancet adalah dua alat kemaluan manusia yang tidak bisa terlepas saat berhubungan intim.

Biasanya, banyak yang menggambarkan gancet dialami para pasangan selingkuh.

Meski sebenarnya, pasangan sah pun bisa mengalami kondisi tersebut.

Di Indonesia, dari mitos yang berkembang disebutkan gancet karena pasangan melakukan perbuatan mesum di tempat angker, mistis, ataupun karena diguna-guna.

Spekulasi atau asal menebak inilah yang akhirnya fenomena gancet penanganannya menjadi tidak sesuai dengan ilmu medis.

Lain lagi kejadian di Daraja Mbili, Kisii, Kenya Barat ada pasangan selingkuh yang tak bisa dipisahkan saat bermesraan.

Mereka kesakitan dan akhirnya berteriak minta tolong pada warga sekitar.

Sebagaimana dikutip dari Mirror, Minggu (20/11/2016), suami wanita yang berselingkuh sudah curiga dengan tingkah laku istrinya sejak beberapa bulan sebelumnya.

Akhirnya ia pergi ke seorang dukun dan diberi ramuan untuk mengungkap kebenaran hal mencurigakan itu.

Bila memang benar berselingkuh, maka orang yang diberi ramuan akan terkunci dengan pasangan tak resminya.

Benar saja, tak lama kemudian, pasangan selingkuh tersebut ditemukan gancet. Mereka kesakitan dan meminta pertolongan warga.

Saat dievakuasi, keduanya masih terkunci. Warga kemudian menutupi tubuh mereka dengan sprei.

Suami wanita tersebut membawa mereka ke dukun yang memberinya ramuan.

Pria yang berselingkuh sempat diminta untuk membayar sejumlah uang untuk melepaskan kunci tersebut.

Namun, ia tak segera memenuhinya karena masalah ekonomi.

Menurut sang dukun, ini menjadi pelajaran berharga agar orang-orang tak berselingkuh.

Tinjauan medis

Dikutip dari alodokter.com, pen*s captivus atau yang dikenal dengan gancet adalah keadaan ketika pen*s terjepit di dalam vagin* saat berhubungan seks.

Pen*s terjepit karena otot vagin* yang tiba-tiba menekan lebih kuat daripada biasanya.

Yang menjadikannya lebih berbahaya, meski sudah tidak dalam keadaan ereksi, pen*s tetap tidak bisa ditarik keluar.

Bahkan, sebagian kasus yang pernah terjadi membutuhkan bantuan medis untuk mengembalikan kondisi ini seperti semula.

Sejak dulu, terdapat pro dan kontra mengenai kejelasan dari benar atau tidak benarnya kasus ini.

Kasus gancet sangat jarang terjadi. Hanya ada beberapa kasus yang sempat dilaporkan di dunia medis.

Dua di antaranya yang dilaporkan pernah terjadi adalah pada tahun 1870 dan1872. 

Kejadian pertama melibatkan pasangan muda yang baru menjalani enam bulan masa pernikahan.

Ketika mereka berhubungan seksual, terjadi kontraksi vagin* yang kuat hingga terjadi kejang otot vagin*.

Bagi pria, kondisi tersebut membuat pen*s tidak dapat dikeluarkan dari vagin* dan turut merasakan nyeri.

Pada beberapa kejadian, peristiwa semacam ini terjadi selama lebih dari sepuluh menit.

Yang kedua terjadi pada tahun 1872, melibatkan sebuah pasangan yang telah menikah selama setahun.

Sebelumnya pasangan tersebut memiliki hubungan seksual yang normal, tapi kemudian keanehan ini terjadi, yaitu terjepitnya pen*s di dalam leher vagin*.

Meski begitu, lama-kelamaan ketika ketegangan berkurang, penis bisa dikeluarkan dengan sendirinya.

Masih simpang siurnya informasi mengenai kasus gancet menimbulkan pendapat yang berbeda-beda pada tiap kalangan.

Hampir semua pemberitaan dan laporan medis mengenai gancet atau penis captivus hanya didasari oleh desas-desus atau berita yang kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan. 

Namun, setidaknya kedua kasus yang telah dijelaskan di atas menjadi bukti bahwa peni* captivus dapat terjadi.

Mengenai kejadian gancet yang berlangsung selama berjam-jam atau hingga berujung kepada kematian, masih menyimpan kemungkinan yang belum bisa disingkirkan.

Meskipun ini merupakan kasus yang langka, kasus gancet yang selama ini sering dianggap sebagai rumor, berpotensi pernah terjadi juga di Indonesia.

Namun sayangnya, publikasi medis terkait sulit ditemukan.

Pen*s captivus atau gancet sering dikaitkan dengan vaginismus.

Padahal, kondisi ini berbeda. Vaginismus adalah kondisi ketika otot vagin* mengalami kejang pada saat dimasuki sesuatu, seperti pen*s.

Sementara itu pada kondisi pen*s captivus, pen*s justru terperangkap di dalam vagin* dan tidak bisa keluar. 

Vaginismus kemungkinan ada kaitannya dengan rasa takut atau cemas ketika akan berhubungan seks.

Para ahli medis pun belum mendapatkan bukti kuat mengenai penyebab penyakit ini.

Untuk kondisi vaginismus, wanita yang mengalaminya dapat berlatih untuk mengontrol otot di sekitar vagin*.

Salah satu caranya adalah dengan rutin melakukan senam kegel.

Di antara masyarakat, pen*s captivus atau gancet sering kali dianggap sebagai hasil dari perilaku asusila.

Beberapa ahli ada yang menganggap gancet sebagai jenis vaginismus yang jarang terjadi.

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved