Tanda Bahaya Dikirimkan Jepang ke Warga Lewat Telegram dan Email Bila Rudal Korut Diluncurkan
Uji coba kirim telegram dan email dalam keadaan darurat setelah muncul alarm J-Alert ke masyarakat Jepang, dilakukan Jumat ini.
POSBELITUNG.COM, TOKYO - Uji coba kirim telegram dan email dalam keadaan darurat setelah muncul alarm J-Alert ke masyarakat Jepang, dilakukan Jumat ini.
Ternyata pengiriman email mengalami masalah, huruf tak bisa dibaca, berantakan (mojibake).
Uji coba ini menghadapi ancaman rudal Korut yang akan melalui beberapa daerah di selatan Jepang dalam perjalanan menuju Guam.
"Kami mohon maaf atas masalah yang terjadi ini," ungkap pejabat pemda Shimane menghadapi masalah pengiriman email tersebut.
Sedikitnya 15,000 anggota masyarakat terdaftar di perfekur Shimane termasuk data email mereka sehingga dikirimkan email tadi siang.
Namun semua menerima pesan darurat dalam huruf berantakan tak bisa dibaca.
Enam tahun lalu sistem darurat telah terseting dan terkait dengan email.
Namun banyak perubahan aplikasi dan program, belum pernah dicoba lagi dan hari ini dicoba ternyata mengalami mojibake hurufnya.
Selain Shimane juga di Okayama terjadi hal serupa.
Masalah lain di kota Yonago perfektur Tottori, sebuah radio darurat tidak berfungsi dengan baik saat latihan hari ini.
Masalah muncul rupanya tidak tersambungkan untuk sistem elektronik yang wireless (nirkabel).
Pihak pemda masih menyelidiki lebih lanjut.
Penggunaan speaker darurat jam 11 pagi ini waktu Jepang juga dicoba pemda Jepang di selatan Jepang.
Ternyata ada yang tak berfungsi baik pula.
Keterkaitan rupanya dengan komputer setempat sehingga tak terkait dengan sistim pengeras suara dan berakibat suara tak ke luar di speaker darurat di sana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/guam_20170809_230024.jpg)