Bu Guru Minta Maaf, Soal Curhatan Siswa "Seperti itukah Kami di Mata Orang Kota?"

Sejak curhat itu diposting oleh pemilik 21 Agustus 2017, sudah mendapat 411 like, 578 komentar dan 44 kali dibagikan.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti | Editor: Rusmiadi
Ilustrasi drumband 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

POSBELITUNG.COM, PANGKALPINANG - Curhat pemilik akun Siti Viva Vicky di Facebook soal kekecewaannya terhadap pawai drumband, merayakan HUT ke-72 Kemerdekaan RI di kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) jadi perhatian.

Sejak curhat itu diposting oleh pemilik 21 Agustus 2017, sudah mendapat 411 like, 578 komentar dan 44 kali dibagikan.

Pawai tahunan ini diikuti oleh perwakilan sekolah, institusi swasta dan pemerintah dari lima kabupaten di Pulau Bangka. Pelaksanaan pawai selama tiga hari ini dipusatkan di Kota Pangkalpinang.

Namun usai pawai berakhir, tulisan Siti Viva Vicky yang ternyata diketahui merupakan siswi SMAN 1 Riau Silip.

Postingan Siti nenyedot perharian nitizen sejak ditulis bangkapos.com berjudul "Jleb banget curharan peserta pawai ini, seperti itukah kami di mata orang kota?"

Guru SMAN 1 Riau Silip, Rita mengkonfirmasi curhatan anak didiknya yang sempat menulis kronologi kekecewaannya sebelum pawai drumband berlangsung.

Dalam kronologi yang dituliskan Siti Viva Vicky sempat mengutarakan kemarahannya pada salah satu sekolah di Pangkalpinang dan panita pelaksana pawai drumband. Berikut tulisan Siti Viva Vicky

"Waktu di start kami sampat cekcok ama panitia dan juga pembina marching dari M*N 1. Mereka yang notabennya orang kota bahkan gk bisa budayakan sikap antri, bhkn mlhnyolong start,

wktu kami udh di depan podium trnyta M*N 1 gx terima. Dn alhasil kami yg diusir untx disuruh minggir. Dan betapa kasarnya omngan pembina tsb," tulis akun Siti Viva Vicky di point ketiga tulisannya.

"Dari kejadian itu kami tdk memulai dari garis start, tp lngsung ke jln setelah podium. Itu pn kami disuruh nyolong barisan stlh sepeda. Waktu di podium 2, marching lain di kasih waktu display 2 menit, nah kami hnya disuruh hormat 1 menit itu pn mereka usir," lanjutnya menulis di point keempat.

Curhatan ini dikonfirmasi Guri SMAN 1 Riau Silip, Rita yang meminta maaf atas kelakuan siswinya di media sosial.

Menurutnya masalah nomor urut marching band membuat kesalahpahaman, antara anggota marching band MAN 1 Pangkalpinang dan SMAN 1 Riau Silip.

"Kami meminta maaf kepada MAN 1Pangkalpinang yang ikut terbawa dalam pemberitaan tersebut, MAN 1 Pangkalpinang memang harus tampil pada no urut 14, sedangkan kami 15. Namun karena ketelodoran panitia, akhirnya kami harus protes ke panitia," jelas Rita melalui whatsapp kepada bangkapos.com.

Sementara Wakil Ketua I Bidang Organisasi Pengurus Provinsi Persatuan Drumband Indonesia, Kepulauan Babel Asriansyah yang tergabung dalam kepanitian pawai drumband turut berkomentar.

Persepsi "nyolong"start tidak terjadi sebab MAN 1 Pangkalpinang memiliki nomor urut 1014 dan SMA 1 Riau Silip nomor 1015.

"Istilah nyolong menyolong start tidak ada karena sudah di atur oleh panitia dan satpol pp yg ada di sana. Setelah itu untuk memudahkan pengaturan start, kita pindahkan start khusus drumband terpisah dengan peserta karnaval supaya semua peserta drumband dpt leluasa bergerak," jelas Asriansyah via WA kepada bangkapos.com.

Sedangkan perihal durasi tampil di podium penghormatan Asriansyah mengklarifikasi, bahwa sesuai dengan aturan main setiap unit di beri kesempatan untuk display dan di berikan waktu maksimal tiga menit.

"Hal ini sudah kita koordinasikan dengan koordinator lapangan panitia pelaksana HUT RI dan di setujui. Jadi apabila yang terjadi ada yang meminta cuma 2 menit atau 1 menit atau tidak boleh sama sekali. Hal ini tidak berdasar dan kemungkinan besar mis komunikasi antar panitia. Tetapi kita sebagai unit drumbandharus berpegang teguh dengan aturan yang sudah di sepakati. Harusnya drum mayor dr SMA 1 Riau Silip memiliki inisiatif dan berpikir cepat, paham akan aturan dan tetap melaksanakan sesuai dengan kesepakatan bersama," tutupnya.(*)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved