Cari Hewan Kurban di Kandang Kambing, Pria Bermobil Ini Dibuat Melongo Kakek Bersepeda

Meskipun pakaian "korpri" yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar. "Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?" katanya kagum.

Bangkapos.com/Nurhayati
Ilustrasi. Tim Dokter Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Bangka saat melakukan pemeriksaan hewan ternak di tempat penjualan hewan kurban di penjualan sapi kurban milik Sanafi, Rabu (23/8/2017) 

POSBELITUNG.COM - Hari raya Idul Adha mengajarkan manusia tentang pengorbanan untuk meraih keberkahan dari Allah SWT.

Seperti yang diajarkan Nabi Ibrahim saat diperintahkan Allah untk mengorbankan putranya, Ismail.

Ibrahim diperintahkan menyembelih Ismail dan karena ketaqwaannya, Allah mengganti anaknya tersebut dengan seekor domba.

Wujud meraih ketaqwaan dengan pengorbanan itulah diajarkan kepada umat muslim.

Kisah yang dikutip dari darulquran.sch.id ini diharapkan memberi pelajaran bagi kita semua.

Kita tersindir ketika melihat orang-orang yang rela berkorban untuk mengharap ridho Illahi.

Begini kisahnya:

Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban.

Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku, dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan.

Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti, sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini tentang pengorbanan Nabi Allah Ibrahim & Nabi Ismail.

Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti.

"Berapa harga kambing yang itu pak?" ujarku menunjuk kambing coklat tersebut.

"Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah tidak kurang" kata si pedagang berpromosi matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya."

"Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal," si pedagang bertahan.

"Satu juta lima ratus ribu ya?" aku melakukan penawaran pertama.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved