Breaking News:

Buah Matoa Khas Papua Diburu Warga Beltim, Penjual Kewalahan

Rieny mengaku buah itu laris manis karena banyak pemesan yang penasaran pada buah hijau dan merah kehitam-hitaman ketika masak

Buah Matoa Khas Papua Diburu Warga Beltim, Penjual Kewalahan - buah-matoa_20170922_180747.jpg
IST
Buah Matoa
Buah Matoa Khas Papua Diburu Warga Beltim, Penjual Kewalahan - buah-matoa_20170922_181007.jpg
ist
Buah Matoa
Buah Matoa Khas Papua Diburu Warga Beltim, Penjual Kewalahan - buah-matoa_20170922_180739.jpg
ist
Buah Matoa

Laporan Wartawan Pos Belitung Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - BARU saja satu jam, Rieny mengunggah pre order buah Matoanya di grup Facebook, Forum Jual Beli Manggar, pada Kamis (21/9/2017) kemarin malam, ia sudah kewalahan meladeni pesanan.

Postingannya yang disertai foto buah Matoa di dalam keranjang itu langsung diserbu warganet, khususnya kaum hawa.

Rieny mengaku buah itu laris manis karena banyak pemesan yang penasaran pada buah hijau dan merah kehitam-hitaman ketika masak tersebut.

Berbentuk oval seukuran jempol orang dewasa, buah ini diperkenalkan sebagai buah khas Papua.

Menurut Rieny, rasanya manis dan susah didefinisikan sebab kadang berasa seperti Leci dan beraroma Durian. Dagingnya seperti kelengkeng atau rambutan, sementara kulitnya mudah dikupas hanya dengan ditekan, juga persis seperti kelengkeng.

Menurut Rieny, kharakteristik buah inilah yang membuat warga semakin penasaran. Walhasil pesanannya ludes dalam waktu sekejap.

"Sehari bisa 100 kilogram soalnya sekali pesan ada yang pesan sampai 6 kilogram. Hari ini datangnya cuma 50 kilogram jadi masih banyak yang belum kebagian, saya pesan 100 kilo lagi, sampainya Selasa nanti," ujar Rieny dihubungi Pos Belitung, Jumat (22/9/2017) kemarin.

Buah Matoa diketahui memang adalah buah khas dari Papua. Akan tetapi Reany memesannya dari Sungailiat, Bangka, untuk kemudian dijual di Beltim.

Pemasoknya adalah seorang kenalan yang ia dapatkan sewaktu berkunjung ke Sungailiat untuk urusan kerja. Ini adalah pertama kalinya ia berjualan Buah Matoa.

"Di Beltim ini ada, tapi cuma satu atau dua orang saja. Di Bangka, ada kebunnya, jadi ada istilah panen. Di Bangka saja agak susah nyarinya," ujar wanita yang memang kerap berjualan online ini. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved