Viral! Rumah Mbah Sri Hanya Punya Jalan 30 Cm, Terjepit di Antara Rumah, Ini Kondisi Sebenarnya

Lokasi rumahnya yang digambarkan dalam postingan di facebook, rumah "Mbah Sri" berada di antara gang sempit, diapit rumah tetangganya.

Jalan ke rumah Mbah Sri digambarkan hanya bisa dilalui oleh orang kurus atau anak kecil. 

POSBELITUNG.COM, PONOROGO - Sebuah rumah berukuran sekitar 2x4 meter di RT 1 RW 4 Kelurahan Bangunsari, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mendadak menjadi viral.

Rumah milik seorang nenek bernama Sri Mulyatni (70) ini menjadi perbincangan warganet setelah diunggah di Facebook oleh sebuah komunitas yang peduli terhadap keberadaan orang miskin di Ponorogo.

Bukan hanya ukuran rumahnya yang menarik para netizen hingga menjadi perbincangan di media sosial.

Lokasi rumahnya yang digambarkan dalam postingan di facebook, rumah "Mbah Sri" berada di antara gang sempit, diapit rumah tetangganya.

Mbah Sri saat berada di rumahnya yang cuma berukuran 2x4 meter di Ponorogo. Kondisi rumahnya ini sempat viral di Facebook karena dikabarkan tak layak. Akses menuju rumahnya sempat tersiar hanya sekitar 30 cm.
Mbah Sri saat berada di rumahnya yang cuma berukuran 2x4 meter di Ponorogo. Kondisi rumahnya ini sempat viral di Facebook karena dikabarkan tak layak. Akses menuju rumahnya sempat tersiar hanya sekitar 30 cm. (Surya/rahadian bagus)

Dalam postingan itu, disebutkan hanya ada satu jalan menyerupai lorong berukuran lebar sekitar 30 cm.

Padahal faktanya, lorong itu hanyalah jalan alternatif, sedangkan jalan utama berukuran sekitar satu meter.

Kepala Kelurahan Bangunsari, Dwi Cahyanto, mengatakan dalam postingan tersebut tidak seluruhnya benar.

Lorong sempit tersebut bukanlah satu-satunya akses ke rumah Mbah Sri.

"Lorong sempit itu bukan jalan utama, itu jalan alternatif, trabasan. Dan memang nggak lazim bila dipakai buat jalan. Lorong itu benar ada, tetapi jalan utamanya juga ada. Masih ada jalan, lebarnya sekitar satu meter," kata Dwi saat ditemui di lokasi, Senin (16/10/2017) siang.

Rumah mbah Sri tampak dari depan. (surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus)
Rumah mbah Sri tampak dari depan. (surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus)

Dwi menuturkan, sejak ramai diberitakan di media sosial, sejumlah petugas dinas sosial mendatangi Mbah Sri dan menawarinya untuk pindah ke panti jompo. Namun, Mbah Sri menolak.

Sementara itu, kepala RT 1 menuturkan selama ini, warga sekitar rumah Mbah Sri sudah memberikan bantuan.

Dikatakan, sejak Juli 2011 warga bergotong royong membantu Mbah Sri.

Sebulan sekali, warga secara suka rela menyumbangkan bantuan yang disimpan dalam kas.

"Sebulan sekitar 300 ribu, sesuai kebutuhan. Nanti dibelanjakan kebutuhannya sehari-hari, ada yang merawat namanya Jumiyati yang membelanjakan," katanya.

Ia menuturkan, Mbah Sri belum pernah menikah. Sebelumnya tinggal bersama lima orang saudaranya bersama orangtuanya di rumah berukuran sekitar 10x8 meter.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved