Air Sungai Buding Jadi Keruh, Kiriman Limbah Aktivitas Tambang Timah

Harus menjadi perhatian berbagai pihak, khususnya dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkungan Hidup

Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Rusmiadi
Istimewa
Kekeruhan air Sungai Buding yang cukup pekat, saat berlangsung pelatihan pertolongan air yang diadakan Pemerintah Desa Buding, bekerja sama dengan Basarnas Pos SAR Belitung dan Tagana Beltim, Minggu (29/10/2017) 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Sungai Buding di Desa Buding Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur (Beltim) telah ditetapkan sebagai kawasan pariwisata dan ekonomi terpadu.

Namun kondisi Sungai Buding saat ini sudah berubah warna, menjadi keruh kecoklatan diduga akibat pencemaran.

Kekeruhan Sungai Buding ini terlihat saat kegiatan pelatihanan pertolongan di air yang digelar Pemerintah Desa Buding bekerja sama dengan Basarnas Pos SAR Belitung dan Tagana Beltim, Minggu (29/10/2017).

Kepala Desa Buding Hasbini tak memungkiri kekeruhan Sungai Buding tersebut, ia berharap dapat menjadi perhatian dari semua pihak.

"Iya, memang bisa dilihat, airnya terlalu keruh saat ada kegiatan itu," ujar Hasbini.

Menurutnya, kondisi Sungai Buding saat ini harus menjadi perhatian berbagai pihak khususnya dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkungan Hidup.

Apalagi Desa Buding, menurut dia, menjadi contoh dari desa-desa yang ada di Bangka Belitung (Babel) karena telah ditetapkan sebagai desa terbaik se-Babel, bahkan berpredikat juara desa terbaik Nasional ke-3 regional Sumatera.

Pihaknya, ujar Hasbini telah berusaha mengimbau dan mengingatkan masyarakat di desanya untuk memperhatikan kondisi Sungai Buding saat ini.

"Alhamdulillah warga kami sadar bahkan berterima kasih karena sudah diingatkan soal kekeruhan ini. Hanya saja keruh ini, adalah keruh 'kiriman' bukan disebabkan dari desa kami. Diduga yang menyebabkannya adalah adanya limbah aktivitas tambang kiriman dari luar desa. Karena kalau di Buding, kami pastikan tidak ada masyarakat yang beraktivitas di hulunya," beber Hasbini.

Hasbini mengharapkan ini menjadi perhatian pihak berwenang. Sebab pihaknya berencana memajukan desa lewat Sungai Buding.

"Masterplan dan DED pengembangan Sungai Buding itu telah selesai, Insya Allah di 2018 kami bisa lakukan pengelolaan , pembenahan dan pembangunan dasar di kawasan itu. Tapi kami minta persolan ini jadi perhatian semua pihak," ujar Hasbini. (*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved