Advertorial

Musda III PPNI Kabupaten Belitung Timur, Jaga Eksistensi dan Profesionalisme Perawat

Sidang dihadiri utusan dan peninjau dari seluruh komisariat di Beltim, sehingga persentase kehadiran melebihi 50 persen.

IST
Ketua PPNI Beltim Periode 2012-2012 Ns Lili Sukini menyerahkan petaka PPNI kepada Ketua PPNI Beltim terpilih Ns Ardo Harvianza dalam Musda III PPNI Beltim di Guest Hotel Manggar, Sabtu (23/12) lalu. 

MUSYAWARAH Daerah (Musda) III Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Belitung Timur (PPNI Beltim) digelar pada Sabtu (23/12) lalu.

Kegiatan yang berlangsung di Guest Hotel Manggar tersebut bertujuan melakukan penyegaran dan laporan pertanggungjawaban pengurus periode tahun lalu.

Rangkaian acara berlangsung dari pagi. Diawali seminar khusus  keperawatan berjudul Interpretasi EKG (elektrokardiogram).

Peserta yang hadir seba­nyak 120 perawat serta tamu undangan, antara lain Ketua PPNI Beltim dan Belitung, kepala puskesmas dan instansi kesehatan di Beltim, ketua organisasi kesehatan seperti IBI, dan PTGMI. 

Foto Bersama pada Musda III PPNI Beltim.
Foto Bersama pada Musda III PPNI Beltim. (IST)

Seminar dibuka Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin. Selanjutnya pemateri menyampaikan paparannya, yaitu Titin Mulyati SKp MKep, perawat senior dari RSUP Hasan Sadikin Bandung yang juga praktisi perawatan intensif.

Setelah seminar, dilanjutkan musda, yaitu sidang antarkepengurusan yang merupakan poin utama dalam kegiatan tersebut.

Sidang dihadiri utusan dan peninjau dari seluruh komisariat di Beltim, sehingga persentase kehadiran melebihi 50 persen.

Kemudian dilanjutkan pembahasan laporan pertanggungjawaban (Lpj), program kerja, serta pemilihan ketua periode 2017-2022.

Suasana Musda III PPNI Beltim di Guest Hotel Manggar.
Suasana Musda III PPNI Beltim di Guest Hotel Manggar. (IST)

Hasil voting mendaulat Ns Ardo Harvianza sebagai ketua baru.

Ia kemudian dilantik Ketua PPNI Provinsi Bangka Belitung Azwani SKEP MKes.

“Jika suatu kapal dihadapkan arus gelombang yang kuat, ada dua kemungkinan yaitu maju atau mundur. Tentu kita memilih maju. Tapi maju dalam keadaan bergelombang kita butuh kekuatan penuh. Hal ini dikaitkan dengan eksistensi dan profesionalisme perawat,” ujar Ardo dalam sam­butannya.

Melalui tema musda tahun ini, “Meningkatkan Kualitas dan Solidaritas Antar Perawat”, perawat Kabupaten Belitung Timur diharapkan selalu melalukan upgrade dan menjaga kekompakan, sehingga dapat memberikan serta menerima kewajiban dan hak yang sesuai. (*/adv)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved