Jika Sudah Menikah Mama Ikut Vela ya, Ingin Buat Mama Bahagia
Yanti merupakan ibu kandung Vela, korban pembunuhan yang masih duduk dibangku pendidikan di SMKN 6.
Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto
POSBELITUNG.COM, PONTIANAK - Matanya merah dan sembab karena menangis sejak semalam hingga sore ini.
Kepedihan yang mendalam terlihat di wajah Yanti.
Yanti merupakan ibu kandung Vela, korban pembunuhan yang masih duduk dibangku pendidikan di SMKN 6.
Vela diketahui tewas ditangan kekasiihnya sendiri.
Saat ditemui tribunpontianak.co.id, Yanti menuturkan bahwa pada minggu malam Vela sempat membelikan durian dan rambutan untuk nya dan sempat memijit dirinya yang sedang lelah.
Yanti mengungkapkan bahwa vela merupakan anak yang sangat baik dan berbakti pada orang tua.
Selain sekolah vela pun ikut membantu ekonomi keluarga dengan berjualan sayur dan membantu memanen buah pepaya.
"Kemarin malam dia pulang dari pergi sempat belikan saya durian sama rambutan, terus mijitkan badan saya, sambil bercerita tentang cita-citanya, katanya si pengen bikin saya bahagia, nanti kalau saya sudah menikah mama ikut vela ya, katanya begitu," ungkapYanti.
Satu di antara guru di SMK 6 Mansyur, menuturkan bahwa korban merupakan siswi yang baik dan teladan, kendati dirinya tidak mengajar secara langsung, namun dirinya cukup mengenal baik korban.
"Vela jurusan Multimedia. Saat ini dia duduk dj kelas 2, dalam kesehariannya Vela ini baik, supel, tidak sombong, tidak membeda-bedakan orang, dia biasa bangun jam 3 bantu ayahnya metik pepaya. Vela bahkan terkadang pernah minta ijin masuk kekelas agama saya untuk belajar, saya mempersilakan dengan senang hati," tuturnya.
Mawar, tetangga korban sekaligus teman korban menambahkan bila Vela merupakan sosok seorang yang ramah, baik, mau bergaul dengan siapapun.
Bahkan dengan dirinya yang masih duduk di bangku SMP, Vela sering berkumpul bersama.
Anak ke 5 dari 9 bersaudara ini merupakan anak yang sangat baik dimata keluarga, teman, gurunya.
Mereka pun tidak menyangka Vela akan pergi secepat ini.
Diberitakan sebelumnya, BJ atau Achoi (29) warga Sekadau tega menghabisi nyawa kekasihnya, LC (17) karena cemburu, di Jalan Kebangkitan Nasional, Senin (1/1/2018) subuh.
Saat ini Achoi tengah diamankan di Rumah Sakit Anton Soejarwo karena berusaha melawan saat diamankan oleh petugas dari Polsek Pontianak Utara dan terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan timah panas.
Jenazah LC kini berada di RS Soedarso untuk dilakukan visum.
Achoi mengaku menyesal karena telah membunuh kekasihnya dengan menggunakan jaket yang diikatkannya pada leher LC.
Achoi pun menambahkan ia membunuh kekasihnya karena merasa cemburu akibat LC selingkuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/korban_20180102_103433.jpg)