ADVERTORIAL

PT Rebinmas Jaya Percepat Panen Kebun Mitra

Membangun ekonomi perdesaan tidak bisa cuma lewat kata-kata. Harus ada sinergi antara masyarakat dengan pengusaha

PT Rebinmas Jaya Percepat Panen Kebun Mitra - rebinmas-jaya_20180312_095032.jpg
Pos Belitung/Jariyanto
DIREKTUR PT Rebinmas Jaya, Datuk Ramli Sutanegara dan Operational Advisor PT Rebinmas Jaya Lee Kwan Yew foto bersama Ishak Zainuddin Bupati Belitung periode 1999-2004.
PT Rebinmas Jaya Percepat Panen Kebun Mitra - rebinmas-jaya_20180312_095132.jpg
Pos Belitung/Jariyanto
PANEN PERDANA--Direktur PT Rebinmas Jaya Datuk Ramli Sutanegara dan Operational Advisor PT Rebinmas Jaya Lee Kwan Yew bersama tamu undangan menunjukkan hasil panen perdana perkebunan sawit oleh Koperasi Gunong Jume Makmur program revitalisasi dan binaan PT Rebinmas Jaya di Dusun Simpang Tiga Kecamatan Renggiang, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (9/3).
PT Rebinmas Jaya Percepat Panen Kebun Mitra - rebinmas-jaya_20180312_095244.jpg
Pos Belitung/Jariyanto
SAMBUTAN Direktru PT Rebinmas Jaya Datuk Ramli Sutanegara.
PT Rebinmas Jaya Percepat Panen Kebun Mitra - rebinmas-jaya_20180312_095344.jpg
Pos Belitung/Jariyanto
DIREKTUR PT Rebinmas Jaya, Datuk Ramli Sutanegara bersama tamu undangan.
PT Rebinmas Jaya Percepat Panen Kebun Mitra - rebinmas-jaya_20180312_095401.jpg
Pos Belitung/Jariyanto
FOTO bersama pada acara hasil panen perdana perkebunan sawit oleh Koperasi Gunong Jume Makmur program revitalisasi dan binaan PT Rebinmas Jaya.

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - SATU lagi perkebunan kelapa sawit masyarakat yang merupakan program revitalisasi dan binaan PT Rebinmas Jaya telah menuai hasil. Lokasinya di Dusun Simpang Tiga,  Desa Aik Ruak,  Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Pada Jumat (9/3/2018) lalu, digelar panen perdana pada lahan sawit seluas 110 hektare yang digarap 55 kepala keluarga (KK) yang tergabung dalam Koperasi Gunong Jume Makmur.

Hadir dalam acara ini Direktur PT Rebinmas Jaya Datuk Ramli Sutanegara didampingi Operational Advisor Lee Kwan Yew, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Beltim Hambali, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Beltim, camat, kades, hingga para petani anggota koperasi.

Datuk Ramli dalam sambutannya menyatakan turut berbahagia serta syukur kepada Tuhan. Sebab apa yang telah dicita-citakan masyarakat bersama perusahaan telah terwujud.

“Sebagaimana diketahui, membangun kebun kelapa sawit butuh waktu sekitar empat tahun. Namun hebatnya kebun yang digarap anggota Koperasi Gunong Jume Makmur ini hanya 33 bulan. Ini juga berkat pembinaan yang kami lakukan,” ujarnya.

Menurut Datuk Ramli membangun ekonomi perdesaan tidak bisa cuma lewat kata-kata. Harus ada sinergi antara masyarakat dengan pengusaha. Oleh karena itu, kerja sama serta hubungan mesra yang telah terjalin harus terus dijaga.

Apabila ada persoalan antara pengelola dengan masyarakat, lanjutnya, jangan meminta pendapat kepada orang luar, karena bisa menimbulkan kericuhan. Permasalahan harus  diselesaikan lewat jalan musyawarah, sehingga tidak bisa dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang akan merusak hubungan baik.

“Semoga apa yang kita cita-citakan ini bisa terus berjalan lancar, kebun kita bertambah luas, masyarakat bertambah makmur, dan Allah SWT selalu memberi karunia dan rahmat kepada kita semua,” ucap Datuk Ramli.

Ketua Koperasi Gunong Jume Makmur Dedy Iskandar mengatakan, perjuangan membuat kebun tidak mudah. Beranjak dari program pemerintah berupa revitalisasi perkebunan, koperasi mengajukan agar dapat bermitra dengan PT Rebinmas Jaya. Namun kendala muncul ketika pada 2014, program revitalisasi berakhir.

“Jadi, agar pembukaan  lahan ini (kebun sawit, red) terus berlanjut, uang merekalah (PT Rebinmas Jaya) yang kami gunakan. Oleh karena itu kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT Rebinmas Jaya serta semua pihak yang telah membantu kami membangun kebun ini,” katanya.

Menurut Dedy, sebelum panen perdana secara simbolis, kebun sudah dipanen. Hasilnya terkumpul 5,63 ton tandan buah segar (TBS) yang kemudian dijual ke  perusahaan.

“Alhamdulillah penghasilan yang kami peroleah sudah mulai mencukupi kesejahteraan anggota kami,” ucapnya sembari menambahkan ke depan luas lahan bisa bertambah seiring semakin bertambahnya pasangan atau KK baru.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Beltim Hambali mengaku terkejut ketika mengetahui kebun sawit sudah panen dalam waktu kurang dari tiga tahun. Ia pun mengapresiasi perusahaan yang telah bermitra dengan masyarakat, sehingga petani bisa cepat memperoleh hasil.

“Yang jelas lewat jalan memperpendek umur panen, berarti cost-nya (biaya) juga lebih ringan, sehingga bapak ibu petani akan lebih cepat menikmati hasil,” ujarnya.

Lanjutnya, koperasi dan perusahaan adalah mitra yang bagus. Namun satu hal yang perlu disikapi yakni perihal kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) antara kedua belah pihak. Jadi ketika sudah mulai berhasil sekiranya tidak  muncul persoalan atau rasa tidak puas.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved