Hutan Pulau Belitung Dibabat Oknum Aparat, Warganet Minta Pelaku Dipecat
Ada oknum aparat yang diduga telah membekingi penebangan liar di Pulau Belitung, Bagaimana tindakan pemerintah?
Baru diunggah, foto-foto ini menuai pro dan kontra bukan hanya soal jenis yang dilindungi.
Melainkan kata aparat yang dimaksudkan.
Beberapa dari warganet mempertanyakan aparat yang dimaksud siapa?
Apakah, dari penegak hukum, pemerintahan atau apa?
Mestinya, kata aparat yang dimaksud dijelaskan saja lebih jelas arahnya kemana, sehingga semua menjadi lebih terang.
"Nak nyala kan spe mun kebijakan pemerintah kte slmak ine dk tegas. .jng asl nyebut aparat,aparat ne banyak,sebut urg e,,,mkake nye kdpan ne milik pemimpin jng nok dak jelas,jdi kte dk sling slaek snak sinek, jlas itu tngung jwab bupati dn DPR," celoteh Fuat Azhari seorang warganet.
Apa yang disampaikan Masruie Roe lebih berani.
"Klu tau aparat t photo.kte ramai2 serbu kntor e.soroh hri itu juak dpecat dn dmasokek penjare.jngn jd aparat se nak perut die...lcak kik orng e.kte serbu kntor," sebut Masruie Roe.
Menanggapi berbagai komentar ini, Firman menjawab seperti ini.
"Informasi dr masyarakat sktr ada oknum yg membekengi pembalakan ini.bbntu viralkan," kata Firman.
Selain komentar di atas, ada sejumlah warganet yang meminta Wakil Bupati Belitung Timur untuk turun langsung ke lapangan bersama sejumlah pihak terkait.
Hal tersebut dimaksudkan agar masalah bisa segera diatasi dan tidak terjadi lagi.
"Matiiii lh mkin Banai owh kmpong ne....tlong be pak BURHANUDIN/ AAN...Sbagai wabup tindak be ini...usa gk koar2 de kantor Doank....mun pak bupati e s3h sudahlh blau dk de di blitong mun minggu ne," ungkap Andie Wijaya.
Bagaimana, selanjutnya semoga kayu-kayu dalam hutan yang dilindungi di Pulau Belitung tidak terus-terusan dibabat seperti ini ya guys.
Mohon doanya semua, agar semua pihak yang tak hanya berpikir soal keuntungan semata.
Melainkan masa depan anak cucu ke depannya.
(Pos Belitung/Edy Yusmanto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/pembalakan-liar_20180422_100830.jpg)