Setelah Setengah Jam‎ Berunjuk Rasa, Massa dari Toboali Bubar dan Akan Kembali Pekan Depan

Koordinator aksi menyuarakan ketidaksetujuan mereka mengenai keberadaan Ponton Isap Produksi (PIP) di perairan Laut Kubu, Toboali

BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Suasana aksi unjuk rasa massa dari Bangka Selatan di Kantor PT Timah, Pangkalpinang, Senin ?(23/4/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.CO - Setelah berorasi sekitar setengah jam di depan pintu masuk samping kantor PT Timah Pangkalpinang, massa berjumlah ratusan orang dari Toboali membubarkan diri sekitar pukul 13.30 WIB.

Mereka berencana untuk kembali melakukan aksi pada Senin (30/4/2018) mendatang.

Koordinator aksi, Kodi mengatakan, kedatangan pihaknya adalah untuk menyuarakan ketidaksetujuan mereka mengenai keberadaan Ponton Isap Produksi (PIP) di perairan Laut Kubu, Toboali, Bangka Selatan (Basel).

Pihaknya mengaku tak ingin ada dampak sosial seperti perjudian hingga prostitusi di sekitar wilayah tersebut.

"Kami bukan anti tambang, buktinya kapal keruk sudah lama jalan, dan kami tidak merasa terganggu. Kalau PT Timah beritikad baik mau mengambil kekayaannya, ambil dengan cara arif dan bijaksana," kata Kodi‎.

Selain itu,‎ pihaknya juga merasa tak pernah ada sosialisasi sebelumnya.‎ "Kami baru tahu justru setelah keluar SPK (Surat Perintah Kerja) (dari PT Timah). SPK itu, kami sudah berdialog dengan pihak ULB-nya, SPK itu sudah ditandatangani terlebih dahulu," ujar Kodi.

Menurut Kodi, berdasarkan keterangan yang pihaknya terima, SPK yang dikeluarkan di perairan laut Kubu tanpa prosedur yang benar. "Yang kami tahu biasanya sosialisasi dulu, ada rekomendasi atau dari pihak Kelurahan Toboali kota, lalu ada pengajuan dari pemilik CV, baru ditandatangani oleh Kepala ULB. Dalam hal ini terbalik, SPK itu dulu ditandatangani oleh Kepala Unit," katanya.

Pihaknya menuntut tak ada PIP di perairan Laut Kubu. Massa berencana akan kembali lagi menggelar aksi pada Senin (30/4/2018) mendatang.

"Kami tidak setuju ada PIP. Itu (PIP) pertambangan secara brutal," kata Kodi.

Belum diperoleh tanggapan PT Timah mengenai unjuk rasa ini.‎ 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved