Ikan Batu Bentuknya Seram dan Beracun Tapi Harganya Fantastis Jika Dimasak Seperti Ini
Ikan ini adalah ikan karnivora dengan jarum beracun yang tinggal di dasar terumbu karang, berkamuflase sebagai batu.
Seperti ini tulisan di kolom penawarannya :
Dijual peliharaan ane Gan, ikan unik dan langka yang jarang ditemukan di toko2 ikan hias. namanya IKAN BATU atau STONEFISH. awalnya ikan ini berasal dari tangkapan di laut, tetapi sekarang sdh ane adaptasikan menjadi ikan air tawar. Ikan dalam kondisi sehat dan nafsu makan yang besar, ukuran badannya sekitar 10-12 cm. makanan sehari-harinya adalah ikan2 dan udang2 kecil air tawar. kalau berminat segera hubungi ane di no 081280000293.
Lain dengan Kaskus, posbelitung.co juga mendapati video ikan ini dikonsumsi dan dijual dengan harga yang relatif mahal.
Di akun Youtube ada video berisi konten harga ikan ini RM 120 per satu kilogram. Jika dikalikan kurs 1 RM sama dengan kurs Rp 3.566 (saat itu) maka akan dihasilkan Rp 427.920 harga per satu ekor ikan batu.
Video berjudul Most Poisonous Fish In The World Cooked 2 Ways (Ikan Beracun Terbanyak di Dunia yang Dimasak dua Cara) ini sudah ditonton lebih 5 juta orang.
Jadi jika ingin menyantap ikan ini, silahkan saja datang ke restoran ini.
Dan siap-siap merogoh kocek yang relatif cukup mahal.
Senjata Rahasia
Posbelitung.co mengutip kompas.com ikan Batu atau stonefish terkenal memilik tubuh berduri tajam, penyamaran yang mumpuni, dan racun mematikan. Tak hanya itu saja, menurut studi terbaru, ikan ini ternyata juga memiliki "pisau lipat" di wajahnya.
Senjata baru tersebut memantapkannya sebagai ikan berbahaya dan beracun yang harus diwaspadai para penyelam.
Seorang ahli ikan dari Universitas Kansas, William Leo Smith baru menyadarinya setelah membedah ikan batu jenis Waspfish, yang tak lain adalah ikan peliharaannya sendiri.
Smith melihat bahwa otot pipi yang menggerakan pisau kelenjar air mata ternyata terhubung dengan tulang penopang di bawah organ mata.
Karena posisi senjata tersebut, maka senjata ikan batu tersebut diberi nama pisau kelenjar mata.
"Saya tidak tahu mengapa ini belum pernah ditemukan sebelumnya," ungkap Smith dikutip dari Live Science, Sabtu (14/04/2018).
"Mungkin karena hanya ada satu atau dua orang yang pernah mengamati kelompok ikan ini," imbuhnya. Dari semua ikan batu yang dianalisis Smith, semua memiliki tipe unik mekanisme "pisau lipat" di pipinya, tepat di bawah mata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ikan-batu_20180523_102250.jpg)