Tahu Cincau? Ini Beda Cincau Hitam dan Hijau, Berikut Manfaatnya

Hayo siapa yang tahu perbedaan cincau hitam dan hijau. Ternyata sangat jauh bedanya lo, baca ini

Pos Belitung/Kolase
Cincau hitam dan hijau 

POSBELITUNG.CO - Tentu banyak yang menyukai mengonsumsi cincau bukan?

Namun tak banyak yang mengetahui ada cincau selain cincau hitam yaitu cincau hijau.

Cincau itu sangat menyegarkan apalagi disantap dingin usai berbuka puasa.

Posbelitung.co merangkum sejumlah sumber untuk menemukan apa perbedaan cincau hitam dan hijau.

Yuk kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini :

1. Bahan asal

Cincau hijau terbuat dari daun tanaman rambat Cylea berbata Myers dan tanaman perdu Premna oblongifolia yang memiliki manfaat kesehatan seperti meredakan radang tenggorokan dan menjaga tekanan darah agar tetap stabil.

Sementara itu, cincau hitam dibuat menggunakan daun tanaman Mesona palustris atau lebih umum disebut daun janggelan, yang kaya akan serat sehingga baik untuk kelancaran pencernaan dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

Baca: Ajaib! Bayi 9 Bulan Terpental Lima Meter Usai Ibunya Ditabrak Motor, Faktanya Ini yang Terjadi

Jadi sudah cukup jelas kan, kalo keduanya ternyata berasal dari jenis daun berbeda.

2. Cara pembuatan

Cara membuat cincau itu sebenarnya cukup mudah.

Untuk cincau hijau, anda hanya perlu memetik beberapa lembar daun cincau, lalu remas bersama air matang sampai seluruh lendir dan sarinya keluar.

Nah, setelah anda memastikan semua lendirnya keluar, saring air hasil remasan tadi agar terpisah dari ampas daunnya.

Diamkan cincau dalam wadah selama kurang lebih 4 jam hingga mengeras dan siap digunakan.

Cara pembuatan cincau hitam agak sedikit berbeda dibanding cincau hijau.

Pertama-tama, daun jenggalan dikeringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven bila ada.

Setelah itu, daun dibersihkan dari debu serta kotoran yang mungkin menempel dengan lap kering.

Rebus daun kering bersama abu merang hitam dan air hingga mendidih dan menyusut.

Hasil saringannya akan dimasak lagi dengan tambahan air dan pati tapioka hingga mendidih.

Hasilnya kemudian dipindahkan dalam wadah dan dibiarkan selama semalaman hingga mengeras.

3. Tesktur, kenampakan, dan sifat

Sesuai namanya, cincau hijau memiliki warna hijau army atau hijau tua kecokelatan yang kusam.

Teksturnya licin dan sangat lembut, jadi tidak bisa dicetak ataupun dipotong-potong.

Anda hanya perlu menyendok jika ingin memotong atau menyajikannya.

Cincau ini tidak mampu bertahan lama jadi sebaiknya anda membuat seperlunya saja.

Cincau hitam memiki warna hitam pekat dan mengkilat.

Teksturnya kenyal dan keras seperti agar-agar sehingga bisa dicetak atau dipotong-potong sesuai selera.

Rasa dan aroma dari cincau hitam ini sangat khas, sehingga lebih disukai oleh masyarakat.

Selain itu, cincau hitam memiliki kelebihan yaitu lebih tahan lama jika dibandingkan dengan cincau hijau.

Itu sebabnya cincau hitam lah yang biasa diproduksi massal dan dijual di pasaran.

4. Kegunaan dalam masakan atau olahan

Cincau hijau biasa disajikan jadi minuman bersama kuah santan, saus gula merah, dan es batu.

Ini berbeda dengan cincau hitam, yang biasa dijadikan isian dalam es buah, es campur ala oriental, cappucino cincau, hingga minuman kemasan grass jelly drink yang khas.

Apa pun jenis cincau yang anda pilih, keduanya citarasa dan kegunaannya masing-masing.

Membuat cincau hijau sendiri atau membeli cincau hitam siap pakai, jangan lupa untuk pastikan kebersihan dan kualitasnya ya. 

Apa Itu Cincau?

Cincau (Hanzi: 仙草, pinyin: xiancao) adalah gel serupa agar-agar yang diperoleh dari perendaman daun (atau organ lain) tumbuhan tertentu dalam air.

Gel terbentuk karena daun tumbuhan tersebut mengandung karbohidrat yang mampu mengikat molekul-molekul air.

Kata "cincau" sendiri berasal dari dialek Hokkian sienchau (Hanzi: 仙草, pinyin: xiancao) yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara.

Cincau sendiri di bahasa asalnya sebenarnya adalah nama tumbuhan (Mesona spp.) yang menjadi bahan pembuatan gel ini.

Cincau paling banyak digunakan sebagai komponen utama minuman penyegar (misalnya dalam es cincau atau es campur). Dilaporkan juga cincau memiliki efek penyejuk serta peluruh.

Proses Pembuatan 

Proses pembuatan diawali dengan perendaman, yang biasanya dilakukan setelah daun diremas-remas atau dihancurkan.

Ada juga yang menyertakan perebusan terlebih dahulu. Pemberian soda kue dapat dilakukan sebagai pengawet.

Warna cincau bermacam-macam, berkisar dari hijau hingga hijau pekat, bahkan hitam, namun disertai dengan kesan tembus pandang (transparan).

Konsistensinya juga berbeda-beda. Warna dan konsistensi cincau berbeda-beda karena tumbuhan yang dipakai berbeda-beda.

Tumbuhan Penghasil Cincau 

1. Tumbuhan dari genus Mesona, terutama M. procumbens, M. chinensis yang banyak diproduksi di Tiongkok bagian selatan serta Indocina, atau M. palustris (dikenal dengan nama lokal Janggelan) yang banyak digunakan di Indonesia, menghasilkan cincau hitam;

2. Cylea barbata Myers atau cincau hijau, menghasilkan cincau berwarna hijau dan agak lebih padat konsistensinya;[1]
Melasthoma polyanthum atau cincau perdu.

3. "Buah" (secara botani bukan buah, tetapi syconia) Ficus pumila (fikus rambat) di Tiongkok juga digunakan sebagai bahan jenis cincau lain yang disebut "pai-liang-fen"[2] dan diperdagangkan sebagai grass jelly (sama seperti cincau) atau ai-yu jelly.

Tumbuhan cincau hijau (C. barbata Myers.) merambat, daun berwarna hijau pucat dengan rambut di atas permukaannya.

Selain sebagai penghasil cincau, ekstrak tumbuhan ini mengandung zat anti-protozoa, tetrandine, suatu alkaloid, khususnya terhadap penyebab malaria Plasmodium falciparum. (Posbelitung.co/Edy Yusmanto/berbagai sumber)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved