Selama Piala Dunia, Perempuan Rusia Disarankan Agar Tidak Berhubungan Intim dengan Pria Asing
Tak hanya menyaksikan pertandingan tim kebanggaannya, para turis ini juga mencari kesenangan bersama wanita.
POSBELITUNG.CO - Perhelatan Piala Dunia 2018 mengundang jutaan turis asing dari pelbagai bangsa datang ke Rusia.
Tak hanya menyaksikan pertandingan tim kebanggaannya, para turis ini juga mencari kesenangan bersama wanita.
Ini bukan fenomena baru. Saat Rusia jadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas tahun 1980, terjadi lonjakan kelahiran anak-anak campuran di Rusia yang disebut 'anak-anak Olimpiade'
Nah meyikapi fenomena ini, seorang anggota parlemen dari Partai Komunis Rusia, Tamara Pletnyova mendesak perempuan agar tidak berhubungan intim dengan pria asing selama Piala Dunia karena alasan warna kulit.
Tamara Pletnyova mengatakan kepada sebuah stasiun radio Moskow bahwa dirinya "bukanlah seorang nasionalis" tetapi dia meyakini perempuan Rusia seharusnya menghindari berhubungan seksual dengan orang dari "ras yang berbeda" karena "anak-anak mereka akan menderita".
//Dia menjawab pertanyaan terkait "setelah Olimpiade Musim Panas tahun 1980.
"Tidak terlalu buruk jika ayah mereka sama rasnya," katanya.
"Tetapi jika berbeda ras, maka itulah yang terjadi."
"(Anak-anak) ditelantarkan, dan mereka tinggal bersama ibu mereka. Kita seharusnya melahirkan anak-anak kita (sendiri)".
'Tolak rasisme'?
Pernyataan itu membuat Pletnyova dikecam luas di internet. Sebagian orang membandingkan pernyataannya dengan kampanye FIFA, Katakan Tidak terhadap Rasisme.
Penyiar radio, Tayana Felgengauer, membayangkan apakah Pletnyova mengalami hal sejenis dengan seorang mantan pemain skate yang menyatakan akun Twitter-nya dibajak oleh pihak yang menaruh pesan rasis.
"Saya berpikir apa yang Pletnyova akan katakan ketika mereka mengingatkannya dengan Katakan Tidak terkait dengan Rasisme," demikian isi tweet-nya.

"Saya berpikir apa yang Pletnyova akan katakan ketika mereka mengingatkannya dengan Katakan Tidak terkait dengan Rasisme," tweet Tayana Felgengauer/TWITTER.
Pengkritik lainnya mendesak Pletnyova untuk "diusir dari Duma" (parlemen Rusia).
Seorang pengguna Twitter berpikir apakah apakah anggota parlemen Rusia tersebut memang bermaksud untuk "mengawasi tingkah laku perempuan Rusia dalam usia subur".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/cewek_20171201_180204.jpg)