Deretan Skandal Seks Orang Hebat di Dunia, Indonesia Tak Kalah Populer

Kemampuan berargumen dan kepiawaian tim pembelanya akhirnya meloloskan dia dari pemecatan sebagai Presiden AS.

Kompas.com
Ilustrasi selingkuh 

Mantan Wakil Menteri Pertahanan AS yang pernah menjadi Dubes AS di Jakarta itu pun mundur dari Bank Diinia, 30 Juni 2007.

Bagai penyakit menular, masalah serupa juga terjadi di Dana Moneter Internasional (IMF). Tahun lalu, bos IMF Dominique Strauss-Khan juga  terlibat skandal dengan perempuan Hongaria Piroska Nagy.

Pada 2007, Presiden Israel Moshe Katsav dipaksa mundur setelah ketahuan terlibat skandal seks dengan beberapa pegawai kahtornya. Ia bahkan dituduh memperkosa segala.

Wakil Presiden Komisi Eropa Gunther Verhengen juga terpaksa mundur setelah beredar foto affair dia dengan kepala stafnya yang berusia 15 tahun lebih muda.

Hubungan semula mungkin bersifat "profesional" belaka, antara konsumen dengan PSK seperti halnya Gubernur Spitzer di New York.

Masalah tak akan seberapa gawat kalau Spitzer bukanlah tokoh tenar. Ketenaran itulah yang kemudian dibawa media hingga mengakibatkan kehancurannya.

Kisah yang mirip terjadi di Jepang pada 1989 saat Perdana Menteri yang baru tiga bulan memerintah, Uno Sosuke, mundur setelah ada seorang geisha mengaku pernah terlibat affair dengan dia.

Pada Mei yang lalu, Wakil Menteri Kepala Kabinet Jepang Yoshitoda Konoika juga terpaksa mengundurkan diri setelah ketahuan mengunjungi perempuan selingkuhannya.

Bisa aib, bisa iadi jalan menuju ketenaran

Tak sepenuhnya skandal mencelakakan. Bahkan bagi salah satu pihak (biasanya perempuan pelaku yang memang mencari "sesuatu" dari si tokoh), itu bisa menguntungkan.

Memang, hikayat Ramayana bercerita tentang Dewi Shinta, istri Rama, yang menanggung aib karena dikawin paksa oleh Rahwana. Setelah dibebaskan, Shinta masih harus membuktikan kesuciannya didepan Rama dengan terjun ke dalam api.

Buku Public Affairs: Politics in the Age of Sex Scandals (Duke University Press, 2004) antara lain juga membahas tipologi perempuan yang terlibat skandal seks. T

entu, kategori terpaksa seperti halnya Shinta adalah kekecualian walaupun hubungannya dengan Rahwana tetap sebuah skandal.

Ada perempuan yang tidak mencari apa-apa kecuali nafkah karena ia profesional. Selain perempuan bernama "Kristen" yang menjungkalkan Eliot Spitzer, ada juga lima PSK yang diketahui pernah "dipakai" Presiden FIA, organisasi otomotif internasional, Max Mosley, dalam pesta seks ramai-ramai.

Ada pula dua perempuan yang foto telanjangnya terlihat bersama Kepala Staf di Liberia Willie Knuckles.

Ada perempuan yang tidak mencari apa-apa seperti Monica Lewinski karena memang sangat mengagumi Bill Clinton. Ada perempuan yang mengambil keuntungan dengan mempengaruhi kebijakan tokoh yang didomplenginya seperti Shaha Ali Riza. Ada yang bekerja demi kepentingan politik seperti halnya Keeler di Inggris dan Munsinger di Kanada.

Tapi jangan lupa, tak sedikit perempuan yang sengaja mengambil keuntungan dari skandal yang melibatkan dia. Ia seperti mencari stairway to heaven (jalan menuju ketenaran). Atau, kalaupun itu tidak direncanakan, ia memperoleh manfaat dari publikasi kasusnya.

Ia menjadi terkenal dan mendapatkan buah keterkenalan itu. Tak soal peristiwa yang membuatnya tenar itu sesungguhnya memalukan atau tidak, tak soal bahwa keterkenalan itu membawa korban orang lain.

Jadilah ia kemudian penyanyi dan bintang tamu acara televisi, atau main film dan jadi bintang iklan. Bisa dipastikan, kelak Rhani Juliani akan dipublikasi bertubi-tubi dan kemungkinan menjadi bintang.

Terus terang, contoh-contoh itu mudah ditemui di negeri sendiri. Kita memang mudah memberi maaf dan memaklumi kesalahan orang, sekaligus membuktikan bahwa kita bangsa yang suka sensasi. Sensasi yang membuahkan keterkenalan.

(Ditulis oleh Mayong S. Laksono. Seperti pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Juli 2009)

Sumber: Intisari
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved