Kejadian Langka Menakutkan, Tornado Api Berputar-putar Dalam Gulungan Angin

Akun twitter NBC News membagikan video pendek berisi aktivitas api yang berputar-putar dalam gulungan angin.

Editor: Fitriadi
Pos Belitung/Kolase/twitter NBC News
Tornado api di Derbyshire Inggris 

POSBELITUNG.CO - Pemandangan tak biasa terjadi di Derbyshire Inggris.

Peristiwa alam yang terjadi di kota seluas 2.625 km² ini membuat banyak warganet memberikan banyak sekali komentar beragam.

Peristiwa itu adalah tornado api (firenado).

Akun twitter NBC News membagikan video pendek berisi aktivitas api yang berputar-putar dalam gulungan angin.

Akun ini menuliskan WATCH: Firefighters witnessed a rare "firenado" during a blaze at a plastics factory in Derbyshire, England. (PERHATIKAN: Petugas pemadam kebakaran menyaksikan "firenado" yang langka saat terjadi kebakaran di pabrik plastik di Derbyshire, Inggris)

Dalam video tertulis bahwa petugas pemadam kebakaran jarang menemui tornado yang seperti ini.

Dan semua ini (firenado) jarang terjadi.

Kejadian ini terjadi di sebuah pabrik plastik berkobar di midlands Inggris

Kru kebakaran menjelaskan berputar-putar saat udara dingin masuk bagian udara panas

Banyak warganet memberikan komentar beragam

Ada yang ketakutan, ada pula yang bertanya mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Apa itu Tornado?

Posbelitung.co melansir wikipedia, tornado adalah kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan cumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan cumulus dengan permukaan tanah.

Tornado muncul dalam banyak ukuran namun umumnya berbentuk corong kondensasi yang terlihat jelas yang ujungnya yang menyentuh bumi menyempit dan sering dikelilingi oleh awan yang membawa puing-puing.

Umumnya tornado memiliki kecepatan angin 177 km/jam atau lebih dengan rata-rata jangkauan 75 m dan menempuh beberapa kilometer sebelum menghilang.

Beberapa tornado yang mencapai kecepatan angin lebih dari 300–480 km/jam memiliki lebar lebih dari satu mil (1.6 km) dan dapat bertahan di permukaan dengan lebih dari 100 km.

Meskipun tornado telah diamati di tiap benua kecuali Antartika, tornado lebih sering terjadi di Amerika Serikat.

Tornado juga umumnya terjadi di Kanada bagian selatan, selatan-tengah dan timur Asia, timur-tengah Amerika Latin, Afrika Selatan, barat laut dan tengah Eropa, Italia, barat dan selatan Australia, dan Selandia Baru

Jenis Tornado

1. Tornado multi-pusaran

Tornado multi-pusaran adalah suatu jenis tornado dimana dua atau lebih kolom udara yang menggumpal berputar mengelilingi pusat.

Struktur multi-pusaran dapat terjadi di hampir setiap sirkulasi, namun sangat sering teramati dalam tornado dahsyat.

2. Satelit tornado

Satelit tornado adalah suatu istilah untuk tornado lemah yang terbentuk dekat tornado besar kuat yang terjadi dalam mesosiklon yang sama.

Satelit tornado muncul dari "orbit" tornado besar (sebagai namanya), yang memperlihatkan wujud pusaran yang multi-pusaran.

Namun, satelit tornado merupakan corong yang berbeda, dan lebih kecil dibandingkan corong utama.

3. Puting Beliung

Puting Beliung secara resmi digambarkan secara singkat oleh National Weather Service Amerika Serikat seperti tornado yang melintasi perairan.

Namun, para peneliti umumnya mencirikan puting beliung "cuaca sedang" berasal dari puting beliung tornado.

Puting beliung cuaca sedang sedikit perusak namun sangat jauh dari umumnya dan memiliki dinamik yang sama dengan setan debu dan landspout.

Mereka terbentuk saat barisan awan cumulus congestus menjulang di perairan tropis dan semitropis.

Angin ini memiliki angin yang secara relatif lemah, dinding berlapis lancar, dan umumnya melaju sangat pelan.

Puting Beliung Tornado merupakan secara harafiah sebutan untuk "tornado yang melintasi perairan".

Angin ini dapat terbentuk melintasi perairan seperti tornado mesosiklon, atau menjadi tornado darat yang melintas keluar perairan.

Sejak angin ini terbentuk dari badai petir perusak dan dapat menjadi jauh lebih dahsyat, kencang, dan bertahan lebih lama daripada puting beliung cuaca sedang, angin ini dianggap jauh lebih membahayakan. (Posbelitung.co/Edy Yusmanto)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved