Breaking News:

Inilah 60 Tahun Inovasi Makanan untuk Astronot di Luar Angkasa

Penasarankah Anda, seperti apa menu makanan para astronot ketika di ruang angkasa?

Editor: Khamelia
ist
Makanan astronot pada Proyek Mercury dan Gemini (1958-1966) 

POSBELITUNG.CO--Tahun ini, National Aeronautics and Space Agency (NASA) menandai 60 tahun eksistensinya di dunia aeronautika. Dalam jangka waktu itu, berbagai proyek eksplorasi luar angkasa sudah dilakukan, baik dengan awak maupun nirawak, Namun, penasarankah Anda, seperti apa menu makanan para astronot ketika di ruang angkasa?

Peringatan 60 tahun NASA ini juga ditandai perilisan logo baru resminya. Logo baru ini melambangkan pencapaian NASA tidak hanya di bidang aeronautika, tetapi juga di bidang pangan.

NASA sejak 1958 terus berinovasi menyediakan makanan yang mendukung astronot selama di luar angkasa. NASA pun harus mengemas makanan yang tidak hanya cocok dibawa ke luar angkasa, mengenyangkan, dan bergizi saja, tetapi juga lezat.

Inovasi makanan ini dimulai pada Project Mercury pada 1958. Kala itu, makanannya berbentuk kubus bite-size, serbuk beku-kering, dan semi cair yang dikemas dalam bentuk tabung. Sayangnya, makanan itu sangat tidak disuka astronot karena rasanya tidak enak.

Riset pun terus dilakukan hingga Project Gemini (1961-1966) dilakukan. Kemasan tube tidak lagi digunakan. Tetapi, menunya sudah beragam, seperti menu dari udang, ayam, sayuran, hingga puding. Makanan itu diproses secara dehidrasi dan disimpan dalam kemasan cellophane.

Pada Misi Apollo (1969-1972), inovasi makanan memasuki babak baru. Kantong thermostabilisasi bernama wetpacks, yang membuat makanan tetap lembab, diperkenalkan. Inovasi ini memungkinkan menu makanan jadi lebih beragam, seperti bacon, sereal, roti lapis daging, puding cokelat, dan salad tuna. NASA juga memperkenalkan kemasan bernama spoon bowl yang dilengkapi sendok.

Makanan Skylab dan wadahnya (1973-1979)- Makanan Skylab dan wadahnya (1973-1979)

Menu Semakin Variatif

Tantangan terbesar menciptakan makanan untuk di luar angkasa muncul pada Misi Skylab (1973-1979). Ahli nutrisi NASA melihat, makanan harus punya aroma yang enak, rasa yang lezat, dan nyaman saat dikunyah. Ini merupakan sifat dasar manusia.

Jika tidak dipenuhi, tubuh manusia bisa secara otomatis menolaknya. Ini akan menimbulkan masalah psikologis dan fisik. Kemudian, NASA menciptakan warmer food tray dengan tube aluminium di dalamnya. Kaleng ini ditempatkan dalam kompartemen yang bisa langsung dihangatkan, sebelum dikonsumsi. Tersedia menu hingga 72 menu makanan.

Pada Program Space Shuttle (1981-2011), NASA berhasil menciptakan variasi menu makanan dan minuman lebih banyak dengan kemasan yang lebih ringan dan fleksibel. Kru astronot sudah bisa memberikan tambahan rasa seperti mustard dan mayones, saus barbeku dan lainnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved