Cinta Suci, Pria Ini Berjalan 1.500 km untuk Menyebarkan Abu Pacarnya di Gunung Tertinggi Thailand
Cinta Suci, Pria Ini Berjalan 1.500 km untuk Menyebarkan Abu Pacarnya di Gunung Tertinggi Thailand
Penulis: Asmadi Pandapotan Siregar | Editor: Teddy Malaka
POSBELITUNG.CO -- Demi menunaikan janji suci yang dibuat kepada kekasih wanitanya yang telah meninggal dunia, seorang pria sanggup berjalan kaki sejauh 1.542 kilometer untuk menyebarkan abu mayatnya di atas Doi Inthanon, puncak tertinggi di Thailand.
Kisah pria ini pun dianggap sebagai cinta suci meski sang kekasih telah pergi dan sekaligus menjadi viral di dunia maya.
Untuk menunaikan janjinya tersebut, pria bernama Sakchai Suppantamat (39) ini ditemani oleh tiga 'teman' sepanjang perjalanan.
Sakchai Suppantamat yang berasal dari wilayah Udon Thani, tidak pernah ke Doi Inthanon, tetapi setelah mendengarnya, ia berjanji kepada pacarnya untuk membawanya berjalan-jalan jika ia memiliki cukup uang.
Namun, yang menyedihkan kekasihnya itu meninggal pada Oktober 2016.
Meskipun dia masih tidak memiliki cukup uang, dia tidak menyerah malah melakukan perjalanan epik untuk memenuhi janji kepada pacarnya dengan berjalan kaki ke Doi Inthanon.
Baca: JS Prabowo Sebut Penghadangan Diskusi Gerakan Ganti Presiden Hanya Bikin Malu Veteran Saja
Baca: Scorpio Bakal Ketemu Sosok Asyik Buat Ngobrol Masa Lalu, Ini Ramalan Zodiak Minggu 26 Agustus 2018
Ketika media lokal Komchadluek, sebagaimana dilansir dari Coconuts melalaui laman siakapkeli, bertemu dengan Sakchai yang sedang mendorong gerobak dorong sebagai tempat barang-barangnya yang dibawa dari provinsi Chiang Mai kemarin, Sakchai mengatakan kepada mereka bahwa dia telah memulai perjalanannya dari provinsi selatan Trang pada bulan Januari tahun lalu.
Artinya, Sakchai diketahui telah berjalan selama satu setengah tahun.
Selama perjalanannya itu, Sakchai diketahui tidur dengan dengan berkemah di mana saja setiap malam, baik di tepi jalan, kuil atau tempat pemakaman.
Baca: Garuda Muda Gagal di Asian Games 2018, Sepak Bola Indonesia Disamakan dengan Italia di Piala Dunia
Baca: Heboh Perlakuan Kekerasan yang Dialami Neno Warisman Terungkap, Benarkah Mereka?
Terkadang, ada juga penduduk desa yang dilaluinya menawarkan makanan atau air kepadanya.
Sepanjang perjalanan, Sakchai ditemani oleh tiga hewan jalanan yang menyertai perjalanannya.
Adapun yang pertama adalah seekor anjing yang ia temui di daerah Samut Prakan, yang ia beri nama 'Krachow'.
Baca: KH Arifin Ilham Sembelih Kurban, Kambingnya Tenang dan Tak Meronta-ronta Saat Disebutkan Nama Ini
Baca: Indahnya Wisata Belitung Mangrove Park di Gusong Bugis, Dari Hutan Bakau Hingga Spot Sunset
Kedua, anjing lain yang ditemukan di daerah Phitsanulok bernama 'Namo'.
Dan ketiga, seekor anak kucing hitam dilaporkan baru saja ditemukan dua hari yang lalu, ditinggalkan di rumput di pinggir jalan.
Sakchai mengatakan pada Thairath bahwa dia membawa kucing karena 'jika bukan dirinya sendiri, siapa lagi yang akan mengurusnya?'
Baca: Tak Ganti CD Sebulan, Gadis Ini Dilarikan ke Rumah Sakit, Ternyata Alami Penyakit Ini
Baca: Sisihkan 40 Wanita Cantik, Gadis Sindrom Down Ini Jadi Ratu Cantik Remaja Dunia, Ini Pesan Mulianya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/sakchai-suppantamat-39-aa_20180826_170248.jpg)