6 Fitur Path yang Akan Dirindukan Setelah Ditutup

Platform jejaring sosial Path akhirnya mengakhiri layanannya. Path resmi undur diri dari Apple iTunes dan Google Play Store per 1 Oktober 2018.

MASHABLE
Path 

Selain update status berupa kata-kata, pengguna Path juga kerap membagikan musik yang sedang didengarkan , atau buku yang sedang dibaca. Menurut Morin, fitur update status Path menjadi favorit pengguna Path di Indonesia.

Hal ini berbeda dari pengguna di negara asalnya, Amerika Serikat. Di AS, layanan berbagi foto lebih digemari dibanding update status.

5. Path Talk

Selain fitur-fitur di atas, Morin juga menyebut jika pengguna Path Indonesia doyang mengobrol. Hal tersebut dilihat dari tingginya layanan messaging Path, termasuk group messaging yakni Path Talk.

Path Talk belakangan dijadikan aplikasi terpisah dari Path, layaknya Facebook Messenger yang dipisahkan dari platform Facebook umum. 

6. Awake dan Sleep (domba)

Salah satu fitur "menggemaskan" yang bakal dirindukan pengguna Path adalah status "Go to sleep". Ketika pengguna menulis status "Go to sleep", pengguna akan dikirimi gambar domba.
Domba di sini adalah tombol reaksi seperti halnya tombol suka di Instagram.

"Pengiriman" domba bisa dilakukan dengan tombol "send over a sheep". Lantas, gambar domba yang dikirimkan akan mengelilingi gambar bulan sabit. Penerima bisa menghitung jumlah domba yang diterima dari pengikutnya.

Di pagi hari, pengguna memberi tahu pengikutnya jika sudah terbangun dengan fitur "I'm awake". Fitur ini juga dihiasi gambar otomatis secara acak, layaknya fitur #pathdaily.

Saran backup dan refund

Kini setelah resmi mengumumkan penghentian layanan, Path mengimbau semua penggunanya untuk segera melakukan backup semua data sebelum 18 Oktober 2018. Caranya mudah, bisa lewat desktop atau aplikasi mobile. Untuk melakukannya, kunjungi tautan berikut ini.

Path sendiri didirikan pada 2010 lalu dan menjadi populer di Indonesia karena awalnya Path hanya mengijinkan pengguna untuk memiliki teman pada aplikasi sebanyak 150 orang. Namun kemudian Path menambah kapasitas tersebut menjadi 500 orang.

Pada Januari 2014 lalu Path mendapat suntikan dana dari investor asal Indonesia, Bakrie Global Group yang menjadi salah satu investor dalam investasi seri C.

Sedangkan sebagian lain berasal dari beberapa investor global seperti Greylock, Kleiner Perkins, Index Ventures hingga First Round Capital.

//
Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved