TI Apung Rajuk Tower Rambah Persawahan di Eks Tambang Timah Sinar Jaya Jelutung

Lahan persawahan di eks tambang timah di Kawasan Matras Sungailiat saat ini dijarah oleh tambang inkonvensional (TI) apung rajuk tower.

TI Apung Rajuk Tower Rambah Persawahan di Eks Tambang Timah Sinar Jaya Jelutung
(ist/satpol pp kabupaten bangka)
TI apung rajuk tower yang menambang di kolong eks tambang timah yang berada di areal persawahan Kelurahan Sinar Jaya Jelutung Kawasan Matras Sungailiat, Rabu (26/9/2018) saat ditertibkan Tim Satpol PP Kabupaten Bangka. 

POSBELITUNG.CO--Lahan persawahan di eks tambang timah di Kelurahan Sinar Jaya Jelutung Kawasan Matras Sungailiat saat ini dijarah oleh tambang inkonvensional (TI) apung rajuk tower.

Para petani yang mengolah lahan sawah tersebut dan Dinas Pertanian Kabupaten Bangka langsung melaporkan kepada Tim Satpol Kabupaten Bangka agar tambang TI apung rajuk tower tersebut ditertibkan.

Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman bersama Personil Satpol PP Kabupaten Bangka, Rabu (26/9/2018) langsung turun melakukan penertiban.

Diakui Suherman TI apung rajuk tower ini telah merambah persawahan padi milik warga di Lingkungan Ake Kelurahan Sinarjaya Jelutung. TI tersebut milik Frm warga
Selapan Sumatera Selatan.

Saat ditertibkan Frm mengaku baru pindah dari Toboali Kabupaten Bangka Selatan ke Kelurahan Sinar Jaya Jelutung untuk menambang di lokasi eks tambang timah di daerah itu. Mereka baru tiga hari melakukan penambangan di areal dekat lahan persawahan tersebut. Dari pengakuan Frm mereka menambang di lokasi kawasan persawahan ini karena diajak kawannya.

Suherman meminta agar Frm segera 'angkat kaki' dari lokasi penambangan tersebut dan mengangkat peralatan tambang mereka karena penambangan yang mereka lakukan telah merusak areal persawahan. Dia minta agar pemilik tambang tidak beroperasi lagi di dekat lahan sawah tersebut.

"Permasalahan ini persawahan padi yang menggunakan air kolong bekas tambang tersebut, yang ditakutkan air dari penambangan TI ini tercemar keruh dan oli serta minyak masuk ke air di areal sawah. Kondisi ini bisa mengakibatkan tanaman padi mati," kata Suherman kepada bangkapos.com.

Selain persawahan yang rusak, lokasi di eks tambang timah itu juga ada peternakan sapi yang air minumnya juga memakai air dari kolong eks tambang timah.

"Jadi kami menghentikan TI itu agar memindahkan ke tempat lain yang tidak menganggu kepetingan masyarakat lain," tegas Suherman.

Menurutnya lahan sawah di Sinar Jaya Jelutung ini merupakan kerjasama dengan Pemkab Bangka melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bangka.

Lokasi persawahan di eks tambang timah ini menjadi percontohan penanaman sawah di lahan kritis bekas lokasi tambang. Lokasi ini sudah digarap oleh para petani menjadi lahan persawahan sejak tahun 2014 hingga sekarang tahun 2018. Bahkan sudah beberapa kali panen dimana satu hektar lahan sawah bisa menghasilkan gabah sebanyak 4 ton.

"Itulah para penambang ini kerja seenaknya bai. Warga dan dinas terkait keberatan dengan adanya tambang tersebut karena air kolong itu untuk kepetingan persawahan dan peternakan sapi. Kita beri peringatan agar memindahkan TI tersebut," tegas Suherman.

Untuk itu bagi pemilik TI apung rajuk tower tersebut jika melanggar kepentingan umum kembali merambah lokasi persawahan tersebut, maka pihaknya bersama tim gabungan dari polisi hutan (polhut) dan TNI/ Polri untuk melakukan penertiban. "Kami bersama tim gabungan dengan polisi dan polhut juga akan menindak tegas karena itu kawasan hutan," kata Suherman.

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved