Breaking News:

Nelayan Babel Capai 46.000 Lebih, OJK Jajaki Penyaluran Program Ini

Kepala OJK Kanreg 7 Sumbagsel Panca Hadi Suryatno mengatakan, banyaknya nelayan di Babel merupakan informasi menarik.

Penulis: Jaryanto | Editor: Jaryanto
POS BELITUNG/JARIYANTO
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 7 Sumatera Bagian Selatan (OJK Kanreg 7 Sumbagsel) Panca Hadi Suryatno. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Jariyanto

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tercatat berjumlah 46.522 orang. Angka itu merupakan data dinas kelautan perikanan (DKP) per 31 Desember 2017 lalu.

Mereka tersebar di tujuh kabupaten/kota, terbagi dalam kategori nelayan penuh, sambilan utama, dan nelayan sambilan tambahan.

Nelayan memasukkan logistik ke perahu sebelum pergi melaut di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan, Belitung, Senin (1/10/2018). Perlengkapan itu meliputi sembako hingga bahan bakar.
Perahu-perahu nelayan tambat di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan, Belitung, Senin (1/10/2018). (POS BELITUNG/JARIYANTO)

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 7 Sumatera Bagian Selatan (OJK Kanreg 7 Sumbagsel) Panca Hadi Suryatno mengatakan, banyaknya nelayan di Babel merupakan informasi menarik.

Dalam hal ini terkait peluang program Jangkau, Sinergi, dan Guideline (Jaring).

“Kami coba identifikasi terlebih dahulu, karena Jaring ini harus komunikasi dengan kantor pusat. Kami akan informasikan mengenai kemungkinan program bisa diterapkan di Babel. Kalau memang bisa ya kami jalankan itu,” ujar Panca kepada posbelitung.co usai pemaparan dalam acara Pelatihan dan Gathering Media OJK Kanreg 7 Sumbagsel di Aston Sentul Lake, Bogor, Jumat (28/9/2018).

Ia menjelaskan, Jaring bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ini adalah wujud refleksi sinergi keinginan pihak-pihak yang peduli terhadap permasalahan kemaritiman di Indonesia, khususnya kelautan dan perikanan.

Panca menyebut pernah menjalankan program tersebut ketika bertugas di Semarang. Adapun sasaran lokasinya di Demak.

“Tapi eskalasinya itu kemudian secara nasional, jadi melibatkan beberapa kementerian, tidak hanya KKP. Programnya itu pembiayaan kepada nelayan oleh bank-bank yang memang sebelumnya sudah melakukan assesment,” kata Panca.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved