Cerita Pedih di Balik Lagu “Butet” Yang Bakal Bikin Kamu Baper
Kisah Pedih di Balik Lagu “Butet” Yang Bakal Bikin Kamu Baper, lagu ini berkisah tentang keluarga yang sedang berperang di Tanah Batak untuk ...
MUSIK daerah tampaknya memiliki daya tarik tersendiri. Bukan cuma bagi masyarakat Indonesia saja, namun juga bagi sebagian besar warga asing.
Contohnya saja musisi asal Austria, Herman Delago yang mengaku cinta banget dengan lagu-lagu daerah dari Tanah Batak.
Awalnya, Herman yang saat itu sedang berlibur ke Bali, tanpa sengaja mendengar alunan lagu Butet khas Batak.
Bekerja sama dengan Vicky Sianipar, mereka akhirnya mengaransemen kembali lagu Butet dan menjadi populer.
Baca: Novel Bamukmin Sanggah Survei LSI soal Ustaz yang Paling Dipatuhi, Begini Jelasnya
Baca: Cerita Tutut Soeharto, Akui Pernah Bohongi Jenderal Orde Baru 50 Tahun Lalu
“Butet” merupakan salah satu daerah yang masuk dalam kategori lagu perjuangan. Kalau kamu paham arti dan sejarah dibaliknya, kamu pasti terhanyut sampai meneteskan air mata.
Mengapa lagu perjuangan? Ternyata Butet menceritakan kisah rakyat Indonesia ketika memperebutkan kemerdekaan Sumatera Utara, khususnya residen Tapanuli dari tangan penjajah.
Kisah Tentang Anak Perempuan
Seperti diketahui, Butet adalah panggilan masyarakat suku Batak terhadap anak perempuannya.
Jika dilihat dari lirik, lagu ini berkisah tentang keluarga yang sedang berperang di Tanah Batak untuk melawan musuh. Beberapa sumber menceritakan, bahwa seorang istri sedang menunggu suami yang sedang berperang.
Bersama putrinya, ia bernyanyi sambil memberikan pesan agar si putri sabar menunggu ayahnya ketika mengalahkan Belanda.
Baca: Anang - Ashanty Cicipi Masakan Kambing Batibul Sate Mendo Wendys Tegal, Lalu Bilang: Terlalu Enak
Baca: Mengikat Kaki hingga Kosmetik Beracun, Ini 10 Praktik Kecantikan Kuno Paling Mengerikan di Dunia
Adapun yang menceritakan kisah lagu Butet adalah seorang ayah yang rindu kepada anak perempuannya. Meski rindu, sang ayah tak bisa bertemu karena harus melawan Belanda.
Ia berharap agar putrinya tetap menunggu kabar atau surat darinya serta berjanji akan segera pulang jika ia berhasil di medan perang.
Walau sungguh melegenda, sampai sekarang tak ada yang tahu siapa pencipta lagu ini. Berdasarkan cerita warga Sitahuis, lagu Butet dinyanyikan oleh br. Tobing saat menidurkan putrinya.
Gua Perjuangan yang ada di tengah Hutan Naga Timbul itu menjadi saksi asal mula lagu Butet ini muncul.
Saat Belanda melakukan agresi militer untuk merebut kemerdekaan Indonesia, masyarakat Sitahuis dan Naga Timbul pergi menyelamatkan diri ke gua tersembunyi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/lagu-butet-berasal-dari-sumatera-utara.jpg)