Penduduk di Kota Ini Akan Jalani Kehidupan Tanpa Siang Selama 65 hari, Ini Potret dan Videonya

Penduduk di Kota Ini Akan Jalani Kehidupan Tanpa Siang Selama 65 hari, Ini Potret dan Videonya

Tayang:
dailymail.co.uk/University of Alaska Fairbanks
12.39pm: Pemandangan Utqiagvik saat matahari terbit untuk terakhir kalinya selama 65 hari pada hari Minggu lalu 

POSBELITUNG.CO -- Terhitung mulai Minggu kemarin, penduduk di kota Utqiagvik, Alaska, di bagian utara Amerika Serikat, memulai kehidupan 'tanpa' matahari selama 65 hari.

Utqiagvik, sebelumnya dikenal sebagai Barrow, hanya melihat sinar matahari selama 65 menit saja pada hari Minggu dan diikuti oleh matahari yang terbenam pada 1.44 malam waktu setempat.

Mulai dari ssat, warga setempat tidak akan lagi bisa merasakan hangatnya sinar matahari hingga 23 Januari tahun depan.

Kota yang dihuni oleh kurang lebih 4000 ribu orang ini terletak di Lingkar Arktik, di mana semua wilayah di kawasan kutub utara akan mengalami durasi malam yang lebih lama.

Baca: Fakta-fakta Unik Bhutan, Negara yang Penuh Rahasia Tapi Juga Paling Bahagia

Baca: Sederet Foto Sri Devi, Cewek Seksi Dituduh Jadi Penyebab Gisel Gugat Cerai Gading

Sebagaimana dikutip dari Dailymail melalui laman siakapkeli, pada hari Minggu kemarin, matahari di daerah itu mulai naik pada pukul 12:40 dan terbenam sekitar satu jam kemudian.

Untuk menyambut kehadiran waktu malam yang panjang, penduduk-penduduk di situ berkumpul beramai-ramai untuk menonton film berjudul 30 Days Of Night yang dirilis pada 2007.

12.39pm: A view of Utqiagvik as the sun rises for the last time for 65 days on Sunday
12.39pm: A view of Utqiagvik as the sun rises for the last time for 65 days on Sunday (dailymail.co.uk/university of Alaska Fairbanks)

Film tersebut yang menjadikan pekan Barrow sebagai latar mengisahkan kehidupan masyarakat yang diperintah oleh vampir.

Meskipun suasana saat matahari terbenam tersebut berawan tebal sehingga menghalang mereka melihat matahari untuk terakhir kalinya tahun ini, tetapi menjadi penghalang bagi masyarakat menghentikan kegiatan untuk mengadakan pesta.

Baca: Ditinggal Mikhayla ke Bangkok, Nia Ramadhani Nangis Hingga Deg-degan, Intip Foto & Videonya di Sini

Baca: 3 Fakta Terbaru Pembunuhan Jamal Khashoggi, Satu di Antaranya Disiksa Sebelum Dibunuh

"Menyambut kedatangan Malam Polar, berkumpul bersama teman, bersenda gurau dan menikmati berbagai makanan adalah sesuatu yang indah.

"Kami belum melihat matahari selama 4 hari sebelumnya, cuaca mendung hari ini menghalangi kami untuk mengucapkan selamat tinggal pada matahari. Tapi kami masih bersenang-senang," kata seorang warga.

2pm: Street lights come on after the sun set at 1.44pm on Sunday in Utqiagvik, Alaska
2pm: Street lights come on after the sun set at 1.44pm on Sunday in Utqiagvik, Alaska (dailymail.co.uk/university of Alaska Fairbanks)

The Polar Night dimulai di Arktik selama musim gugur Equinoks dan menyebar ke seluruh kawasan Arktik sampai tibanya musim dingin Soltis.

Selama periode ini, suhu di kota sekitar -20 hingga -23 derajat Celcius.

Baca: Lawannya Pria Besar Asal Iran, Inilah Pria Terseram di Bumi yang Bakal Bertarung di Ajang MMA

Baca: Identifikasi Korban Lion Air JT 610 Berakhir, Ini Daftar Nama 125 Jenazah yang Berhasil Dikenali

Ketika musim dingin tiba, suhu akan sekitar -23 hingga -28 derajat Celcius.

Meskipun Utqiagvik kehilangan matahari, tetapi minggu ini tidak akan jatuh penuh.

Pemerintah akan memberikan penerangan menggunakan penerangan umum yang akan dibuka selama tiga hingga enam jam setiap hari untuk memfasilitasi kegiatan sehari-hari warga kota.

5pm: The city was fully plunged in darkness by 5pm and will not see the sun until January 23
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved