Lion Air Jatuh

Ribbeck Law Ajukan Tuntutan Lagi ke Pengadilan Chicago

Tim Lawyer Ribbeck Law telah mendaftarkan tuntutan salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 ke Pengadilan Chicago.

Penulis: Agus Nuryadhin | Editor: Khamelia
( agus nuryadhyn) 
Konferensi pers Tim Ribbeck Law: Manuel von Ribbeck didampingi Liuba Kitsai, Johnny Aubert, Deon Botha dan Arjun. Berlangsung di Meeting Room Swiss Bell Hotel Pangkalpinang 

POSBELITUNG.CO--Tim Lawyer  Ribbeck Law telah mendaftarkan tuntutan salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 ke Pengadilan Chicago.  Layangan tuntutan kepada produsen Boeing yang berdomisili di Amerika Serikat. 

Untuk sidang perdana akan digelar 17 Januari 2019 mendatang.  

Sejalan dengan proses tersebut,  Tim Ribbeck Law,  rencananya,   Selasa (4/12) waktu setempat akan mendaftarkan tuntutannya sebanyak 12 tuntutan lagi ke Pengadilan Chicago Amerika Serikat. 

Hal ini dijelaskan Tim Ribbeck LawManuel Von Ribbeck Attorney at Law dalam konferensi pers,  Senin (3/12) di Meeting Room Swisbel Hotel Pangkalpinang. 

Kegiatan konferensi pers ini juga dilakukan secara live disampaikan perwakilan dari Legal Counsel Ribbeck Law,  Monica R. Kelly Wood-Prince, langsung dari Chicago sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Saat melalukan konferensi pers,  sekitar pukul 14.30 wib. 

Dalam memberikan keterangan pers kepada wartawan,  Manuel von Ribbeck didampingi Liuba Kitsai, Johnny Aubert, Deon Botha dan Arjun. 

"Kami sudah memasukan satu gugatan ke Pengadilan Chicago mewakili keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air dr  Rio Nanda Pratama. Bahkan ada memasukan berkas gugatan mewakili dari 12 keluarga korban, " jelas Manuel Von Ribbeck

Dikatakan Manuel,  bahwa dalam mengajukan tuntutan ke Pengadilan Chicago tidak semua mewakili keluarga korban.  

Namun ada dari beberapa keluarga korban sudah menemui Tim Ribbeck Law di Jakarta.  

Dijelaskan Manuel von Ribbeck,  timnya akan bekerja dan menunjukan kinerja untuk membantu keluarga korban untuk mendapatkan kompensasi dari pihak Boeing. 

Lebihlanjut Manuel mengemukakan agar tuntutannya mewakili 13 keluarga korban agar cepat selesai.

Adapun kasus yang ditangani,  banyak variasinya katanya ada sebagian yang diselesaikan dalam waktu empat bulan seperti kasus kecelakaan pesawat Adam Air.  

Bahkan diselesaikan dalam waktu delapan bulan, seperti ada accident pesawat di Solo dan di Medan diselesaikan dalam waktu satu tahun.  

Kasus lainnya di Negara Philipina memakan waktu lebih lama.  Karena menurut Manuel ada penyidikan lebih dan selesai di pengadilan. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved