Lipsus Sinyal Ngadat Ancam UNBK

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belitung Imbau Sekolah Surati Operator

Menurut Suta, seluruh sekolah menengah pertama di Belitung telah siap melaksanakan UNBK tahuh 2019.

Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Siswa SMP Negeri 2 Badau mengalami kendala karena komputer tidak terhubung internet saat simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019, Jumat (14/12/2018). 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belitung Imbau Sekolah Surati Operator

POSBELITUNG.CO - Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 tahap 1 baru saja berlangsung pada pekan kedua Desember 2018 lalu. Hasilnya muncul keluhan soal keterbatasan sinyal internet untuk mendukung perangkat komputer UNBK.

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (PSMP), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Belitung Sutawijaya mengungkapkan soal kendala lemahnya sinyal internet yang terjadi di SMP Negeri 2 Badau, Sungai Samak.

"Sekolah yang terkendala lemahnya sinyal internet sudah kami imbau untuk untuk menyurati pihak terkait, terutama wilayah Sungai Samak. Kami sangat berharap operator seluler bisa lebih meningkatkan kualitas layanan, karena kondisi ini sudah terjadi sejak UNBK tahun lalu," kata Suta, Senin (17/12/2018).

Rencananya pelaksanaan UNBK SMP akan berlangsung pada 22-25 April 2019 mendatang. Persiapan yang dilakukan di Kabupaten Belitung yakni dengan melakukan sinkronisasi dan simulasi.

Menurut Suta, seluruh sekolah menengah pertama di Belitung telah siap melaksanakan UNBK tahuh 2019. Jumlahnya terdiri dari 29 SMP dan 3 MTS. Namun belum semua sekolah mampu melaksanakan UNBK Mandiri. Sebab UNBK mandiri hanya bisa dilakukan apabila sekolah memiliki Tempat Ujian Komputer (TUK).

Dari 29 SMP, tercatat masih ada 9 sekolah yang belum memiliki TUK yang memadai sehingga mereka harus menumpang di sekolah lain. Sedangkan dari 3 MTS, tinggal satu sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK mandiri.

Pemenuhan peralatan TUK setiap sekolah dipenuhi secara bertahap oleh Dindikbud Belitung. Jumlah anggaran yang dialokasikan tampak mengalami peningkatan meski tidak terlalu signifikan.

"Tahun 2017 alokasi anggaran mendukung TUK di sekolah-sekolah itu kurang lebih Rp 3,5 miliar dan tahun ini menjadi Rp 3,6 miliar, sumber anggarannya berasal dari APBD kabupaten, dan tahun depan rencananya kita usulkan DAK," kata Suta.

Perangkat TUK untuk UNBK yang diadakan tahun 2018 ini didistribusikan oleh Dindikbud Belitung ke 12 sekolah. Pendistribusian bantuan tersebut menyebabkan lima sekolah akhirnya mampu melaksanakan UNBK mandiri pada ujian nasional tahun 2019 mendatang. Sekolah tersebut yakni SMPN 1 Membalong, SMPN 1 Sijuk, SMPN 4 Sijuk, SMP Yayasan Universal, dan MTS Negeri Tanjungpandan.

Suta mengatakan, tidak semua TUK sekolah dibantu oleh kabupaten. Sebab terdapat sekolah yang mampu membiaya secara swadaya seperti SMP Yayasan Universal, dan dibiayi oleh instansi pembinanya seperti MTS Negeri yang disokong lewat Kementrian Agama.

"Alhamdulillah semuanya sudah tersalur dan terinstal. Hanya kendalanya itu, masalah sinyal, terutama SMP Negeri 2 Badau di wilayah Sungai Samak," kata Suta.

Mengenai jumlah peserta UNBK, bisa dilihat pada data Daftar Nomine Sementara (DNS) UN SMP/MTS tahun 2019. Data DNS yang tercatat di Bidang PSMP Dindikbud Belitung menunjukkan jumlah calon peserta UN tahun 2019 sebanyak 2.789 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari 1.358 siswa laki-laki, dan 1.431 siswa perempuan.

Pinjam gedung

Kasi Kurikulum Pembinanaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Andi Irawan menargetkan pelaksanaan UNBK di Beltim bisa mencapai 80 persen.
"Karena perkiraan kami ada 4 sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK," ujar Andi, Jumat (14/12/2018).

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved