Ini yang Terjadi Jika Gunung Api di Seluruh Dunia Meletus Seketika Secara Bersamaan

Ada berapakah jumlah gunung api aktif yang ada di dunia ini? USGS mencatat hingga kini ada sekitar 1500 gunung api aktif

Ini yang Terjadi Jika Gunung Api di Seluruh Dunia Meletus Seketika Secara Bersamaan
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Status Gunung Anak Krakatau meningkat menjadi Siaga sejak Kamis, 27 Desember 2018 pukul 06.00 WIB 

Ini yang Terjadi Jika Gunung Api di Seluruh Dunia Meletus Seketika Secara Bersamaan

POSBELITUNG.CO - Ada berapakah jumlah gunung api aktif yang ada di dunia ini? USGS mencatat hingga kini ada sekitar 1500 gunung api aktif. Akan tetapi bisa saja jumlahnya bertambah lantaran kemungkinan masih ada gunung api yang tersembunyi di bawah lautan.

Adapun setiap hari, ada sekitar 10 hingga 20 gunung api yang meletus di berbagai tempat di dunia ini. Hingga menyebabkan kerusakan hingga menelan korban jiwa.

Sekelompok peneliti memiliki pertanyaan menggelitik terkait erupsi gunung api ini. Bagaimana jadinya jika semua gunung api di dunia ini meletus seketika secara bersamaan? Apakah bumi akan bertahan?

Parv Sethi, ahli geologi dari Radford University di Virginia menegaskan bahwa hal itu memiliki kemungkinan yang sangat kecil, sehingga tidak mungkin. Tapi bagaimana jika semua gunung api di dunia ini benar-bener meletus secara bersamaan?

Sethi menyebutkan bahwa bumi tidak akan bertahan.

"Satu gunung api di darat saja yang meletus secara sinkron, pengaruhnya akan memicu rantai domino lingkungan, berkali-kali lebih kuat daripada musim dingin nuklir. Hal-hal akan menjadi sangat buruk sehingga saya tidak ingin bertahan hidup di Bumi seperti ini," katanya kepada Live Science.

Ia memaparkan, dua bahaya besar dari bencana vulkanik di seluruh dunia adalah abu dan gas vulkanik. Sementara ledakan dan curahan lava akan menjadi sangat mematikan bagi orang-orang yang tinggal di dekatnya. Bisa saja erupsi dan lava ini menelan korban jiwa banyak tapi ini tidak akan sebanyak dibandingkan dengan efeknya terhadap perubahan iklim berikutnya.

Bumi menuju kegelapan

Sethi memprediksi bahwa lapisan abu yang tebal akan menyelimuti Bumi, benar-benar menghalangi sinar matahari yang masuk.

"Planet ini akan menjadi gelap gulita, dan itu akan merusak proses fotosintesis, menghancurkan hasil panen dan menyebabkan suhu turun," kata Sethi.

Halaman
123
Editor: Evan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved