Cap Go Meh Sebentar Lagi, Ini Fakta-fakta Menariknya hingga Ritual Berbau Mistis

Cap Go Meh, Ada Cerita Soal Gadis Wajib Lempar Jeruk ke Laut hingga Ritual Berbau Mistis

Cap Go Meh Sebentar Lagi, Ini Fakta-fakta Menariknya hingga Ritual Berbau Mistis
www.tionghoa.info
Nampak salah satu ritual Thang Sin atau sebutan lokalnya “ence pia” di daerah Manado 

Festival ini adalah sebuah festival dimana masyarakat diperbolehkan untuk bersenang-senang.

Saat malam tiba, masyarakat akan turun ke jalan untuk menikmati pemandangan lampion berbagai bentuk yang telah diberi berbagai hiasan.

5. Main Teka-teki dan Santap Makanan Khas

Atraksi barongsai yang selalu ada pada saat perayaan Cap Go Meh

Di malam yang disinari bulan purnama sempurna, masyarakat akan menyaksikan tarian naga (masyarakat Indonesia mengenalnya dengan sebutan ‘Liong’) dan tarian Barongsai.

Mereka juga akan berkumpul untuk memainkan sebuah permainan teka-teki dan berbagai macam permainan lainnya, sambil menyantap sebuah makanan khas bernama Yuan Xiao atau Wedang Ronde. 

Tentu saja, malam tidak akan menjadi meriah tanpa kehadiran kembang api dan petasan.

Yuan Xiao sendiri adalah sebuah makanan yang menjadi bagian penting dalam festival tersebut.

Yuan Xiao atau juga biasa disebut Tang Yuan adalah sebuah makanan berbentuk bola-bola yang terbuat dari tepung beras.

Bila ditilik dari namanya, Yuan Xiao mempunyai arti ‘malam di hari pertama’. Makanan ini melambangkan bersatunya sebuah keluarga besar yang memang menjadi tema utama dari perayaan Hari Imlek.

6. Ritual Mistis

Perayaan Festival Cap Go Meh di Indonesia sendiri sangat bervariasi.

Perayaan biasanya dilakukan oleh umat kelenteng-kelenteng atau Wihara dengan melakukan kirab atau turun ke jalan raya sambil menggotong ramai-ramai Kio/Usungan yang didalamnya diletakkan arca para Dewa.

Bahkan di beberapa kota di tanah air seperti di daerah Jakarta dan di Manado, terdapat atraksi ‘lokthung‘ atau ‘thangsin‘ dimana ada seseorang yang menjadi medium perantara yang konon setelah dibacakan mantra tertentu dipercaya telah dirasuki oleh roh Dewa untuk memberikan berkat bagi umat Nya.

Mereka biasanya akan melakukan beberapa atraksi sayat lidah, memotong lengan atau menusuk bagian badannya dengan sabetan pedang, golok, dan lain sebagainya.

Sementara di Kalimantan, tepatnya di kota Pontianak dan Singkawang, atraksi ini disebut ‘Tatung‘.

(Bangkapos.com/Wikipedia/tionghoa.info)

Penulis: Edy Yusmanto (Ero)
Editor: edy yusmanto
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved