Travel

Wisata Situbondo, Berkawan dengan Ratusan Burung Air di Kampung Blekok

Kampung Blekok adalah salah satu kawasan wisata alam berbasis konservasi yang ada di Dusun Pesisir, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo.

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI
Salah satu burung air di hutan mangrove Kampung Blekok Situbondo 

"Yang jual makanan yang masyarakat sekitar. Jadi ada pemasukan juga buat mereka," jelasnya.

Sementara itu Maseri (50), warga setempat, kepada Kompas.com mengatakan dengan adanya wisata berbasis konservasi Kampung Blekok memberikan banyak perubahan bagi masyarakat sekitar salah satunya ada tambahan pemasukan serta perubahan perilaku.

"Kalo pemasukan ekonomi pasti ada perubahan. Ada yang jualanan makanan dan souvenir atau sewakan perahu. Tapi perubahan besar ya bagaimana kita ikut menjaga lingkungan dan melestarikan mangrove," jelas lelaki yang bergabung di pokdarwis Kampung Blekok.

Pengunjung di kampung blekok SitubondoKOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Pengunjung di kampung blekok Situbondo

Dia mengatakan saat masih kecil, banyak masyarakat sekitar banyak yang menebang pohon mangrove karena dianggap mengganggu aktivitas mereka saat melaut dan mencari ikan. Namun sekarang mereka sudah tahu pentingnya hutan mangrove bagi masyarakat yang tinggal di pesisir.

"Minimal ketika ada badai. kita terhindar dari angin laut, selain itu banyak hasil laut seperti kerang dan ikan di sekitar mangrove yang bisa kita manfaatkan," katanya.

Ia mengatakan sejak lama masyarakat sekitar sudah melarang orang untuk berburu dan membunuh burung ada di kawasan Dusun Pesisir, dan larangan tersebut berlaku hingga saat ini.

Jembatan kayu sepanjang 480 meter di Kampung Blekok SitubondoKOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Jembatan kayu sepanjang 480 meter di Kampung Blekok Situbondo

Masyarakat juga membuat penangkaran burung blekok untuk merawat anakan burung blekok yang jatuh saat terjadi badai. Menurutnya saat terjadi badai, banyak burung dewasa dan anakan yang mati karena jatuh.

"Jika bulan Januari Februari, masih musim burung bertelur. Nanti di bulan April, jumlah burung yang datang dan pergi jumlahnya terlihat lebih banyak. Itu alasan kita untuk membatasi penggunaan drone di wilayah sini agar tidak mengganggu aktivitas burung serta larangan membuang sampah khususnya sampah plastik di wilayah kampung Blekok," pungkasnya.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Berkawan dengan Ratusan Burung Air di Kampung Blekok Situbondo
Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved