1.000 Tahun Sebelum Charles Darwin, Ilmuwan Islam Ini Temukan Teori Evolusi
Teori evolusi yang dicetuskan ilmuwan asal Inggris, Charles Darwin, adalah salah satu fondasi dasar ilmu pengetahuan modern.
Penyelidik alam asal Inggris itu berhak menerima reputasi sebagai ilmuwan yang menghabiskan waktu bertahun-tahub menjelah dan meneliti alam.
Darwin juga layak diakui sebagai penemu teori yang belum pernah ada sebelumnya, yang rincian dan kejelasannya mengubah cara kita memandang dunia.
Namun wartawan bidang ilmu pengetahuan, Ehsan Masood, yang membuat serial dokumenter untuk Radio BBC berjudul Islam and Science, menyebut kita harus mengingat orang-orang yang juga berkontribusi pada gagasan evolusi.
Kreasionisme
Massod berkata, teori kreasionisme yang menentang gagasan evolusi tidak muncul pada abad ke-9 di Irak ketika Baghdad dan Basra merupakan pusat ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam.
"Ilmuwan tidak menghabiskan waktu berjam-jam menguji kitab-kitab wahyu dan membandingkannya dengan pengetahuan empiris tentang alam," tulis Massod dalam koran Inggris, The Guardian.
"Sebaliknya, ilmuwan keluar rumah dan berusaha menemukan hal-hal itu dengan mata dan tangan mereka sendiri," lanjut Massod.
Pada akhirnya, pencarian ilmu pengetahuanlah yang membawa al-Jahiz kepada kematiannya sendiri.
Ada suatu cerita bahwa saat berusia 92 tahun, dia berusaha meraih buku di atas lemari. Namun, lemari itu justru jatuh menimpa al-Jahiz.
Ketika itu pulalah, kehidupan filsuf Muslim itu berakhir.
artikel ini telah terbit di https://sains.kompas.com/read/2019/03/04/121733523/ilmuwan-islam-temukan-teori-evolusi-1000-tahun-sebelum-charles-darwin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/charles-darwin.jpg)