Populasi Mamalia Ini Kembali Terancam Punah

Associate Professor Michael Noad mengatakan spesies ini telah pulih dengan cepat sejak perburuan komersial dihentikan pada tahun 1962

(margaretriver)
Selain dapat berenang dengan hiu paus, para pelancong juga bisa menyaksikan atraksi dari paus bungkuk bahkan berenang bersamanya. 

Data terbaru dikumpulkan pada tahun 2015 oleh para ilmuwan yang mengamati paus bungkuk Australia dari peron di Point Lookout di North Stradbroke Island, dari kota Brisbane. 

"Ini adalah tempat yang fantastis untuk memantau paus karena mereka sangat dekat dengan ujung daratan," kata Dr Noad.

"Kami tahu bahwa sekitar 80 persen populasi lewat dalam jarak 5 kilometer dari tanjung, jadi mereka mudah dilihat - ini seperti menghitung domba ketika mereka melewati gerbang," imbuhnya.

Jika ada terjadi kehancuran populasi, itu bisa memiliki beberapa konsekuensi untuk Queensland.

"Pasti akan ada lebih sedikit paus dan paus-paus itu mungkin kesulitan bertahan hidup - Anda mungkin melihat anak paus yang sakit dan tidak dalam kondisi baik dan itu bisa berdampak pada industri pengamatan paus di pantai timur, yang bernilai lebih dari 100 juta dolar AS bagi perekonomian," Kata Dr Noad.

"Kami sangat mungkin melihat peningkatan jumlah penelantaran paus juga - mungkin paus yang sakit akan berenang sendiri, dan juga paus yang mati di laut akan menghadirkan bahaya bagi industri pengiriman," tambahnya.

Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Population Ecology.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Baru Pulih, Populasi Paus Bungkuk Australia Kembali Terancam Punah"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved