SDM Indonesia Harus Berdaya Saing di Era Digital

Apabila tak diikuti dengan kemampuan dan mentalitas tenaga kerja lokal yang memadai, potensi itu hilang.

kompas.com
Ilustrasi bekerja dengan gembira. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia memasuki era digital belum berdaya saing mumpuni. Kehadiran tenaga kerja asing (TKA) menunjukkan Indonesia belum mampu menciptakan SDM yang memiliki keterampilan dan berdaya saing sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini.

"Kita sudah mulai memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang mana industri kita sudah mulai mengaplikasikan mesin dengan teknologi yang lebih canggih, sementara SDM kita belum bisa menyesuaikan makanya TKA terus masuk ke Indonesia," kata Pakar ekonomi digital Yudi Candra dalam pernyataannya, Selasa (19/3).

Yudi, yang juga CEO PT Duta Sukses Dunia tersebut menuturkan, dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang memadai, ditambah jumlah SDM yang besar, pangsa pasar yang besar, Indonesia berpotensi menjadi negara tujuan investasi.

Namun demikian, apabila tak diikuti dengan kemampuan dan mentalitas tenaga kerja lokal yang memadai, potensi itu hilang. "Bukan hanya produk yang kita impor, tenaga kerja pun harus mendatangkan dari negara lain. Ini bisa menjadi bencana jika tidak diantisipasi sejak dini," sambung dia.

Di samping itu, merujuk Global Talent Competitiveness Index, sambungnya lagi, saat ini kualitas tenaga kerja Indonesia berada di peringkat 77 dari 119 negara. Yudi memandang, ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tenaga kerja nasional.

Untuk itu, pemerintah harus mampu menghadirkan pendidikan dan pelatihan yang mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja saat ini. Juga diperlukan revolusi mental menyeluruh yang mampu membuat Indonesia bersaing di mata dunia.

"Siapa pun pemimpinnya nanti, peningkatan SDM nasional sudah menjadi harga mati," terang Yudi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Revolusi Industri 4.0, SDM Indonesia Harus Berdaya Saing."

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved