Warga Keturunan Tionghoa di Belitung Bersiap Laksanakan Ritual Chengbeng

5 April mendatang warga keturunan Tionghoa melaksanakan ritual cheng beng atau sembayang kubur

Posbelitung/Yuranda/R6)
Warga tionghoa yang sedang mengecat kubur 

POSBELITUNG.CO - 5 April mendatang warga keturunan Tionghoa melaksanakan ritual cheng beng atau sembayang kubur. Sejumlah persiapan mulai dilakukan, mulai dari bersih-bersih kubur hingga persiapan keluarga dari luar kota pulang ke kampung halaman.

Di Belitung, ritual Cheng Beng digelar setiap tahun. Biasanya ribuan warga keturunan tionghoa yang berasal dari Belitung, maupun yang ada di perantau pulang ke Belitung untuk mendoakan arwah keluarga maupun leluhur mereka yang telah meninggal dunia.

Posbelitung.co sempat bertemu dengan Youchong yang tengah sibuk membersikan dan mengecat makam di komplek pemakaman pilang Tanjungpandan. Pemakaman ini merupakan pemakaman terbesar di Belitung, tepatnya di Tanjungpandan.

Youchong mengatakan, pentingnya membersikan dan mengecat pemakaman karena harus bersih dan terang serta indah, ada warnanya sehingga mereka (arwah) merasa tenang dan damai.

"Untuk mengecat atau memperbaiki pemakaman, kami harus minta izin dulu kepada arwah. Ketika mereka (arwah) mengizini dengan cara ritual dengan isyarat tertentu. Adapun isyarat dari arwah mengizinkan makamnya diperbaiki atau dicat seperti telapak tangga, satu ke atas dan satunya ke bawah berarti mereka (arwah), mengizinkan, jika kedua-duanya kebawah maka mereka (arwah) tidak mengizinkan, isyarat tersebut di lakukan dengan cara ritual dan sembayang," katanya, Kepada Pos belitung, Kamis (28/3).

Youchong menambahkan, pada saat puncak ritual cheng beng atau sembayang kubur, mereka akan memanjatkan doa kepada leluhur yang telah meninggal agar mendapat tempat yang baik di sisi penciptanya.

Ritual dimulai sejak pukul 03:00 WIB dini hari, para peziarah mulai datang ke pemakaman sambil membawa sesajian yang telah disiapkan dari rumah. Di antaranya, Sam-sang (tiga jenis daging), Sam Khuo ( tiga jenis buah) dan Cai Choi (makanan vagetarian) berupa sayuran.

"Mereka biasanya membawa buah, Kue, Ayam, Teh, Arak merah, dan Babi.
Buah-buahan seperti mangga, apel, jeruk, sedangkan ayam yang memiliki jengger dan ayam jantan, tidak terlalu tua. Untuk buah-buahan semua buah kecuali salak yang tidak dipakai," katanya.

Ia mengatakan, sebelum tanggal 5 April peziarah mulai datang di hari libur, sehingga pemakaman tersebut di padati peziara dari berbagai daerah, dari Belitung maupun luar Belitung.

"Tiap pagi hari minggu selalu ramai, kalau mau datang 31 Maret,  hari minggu itu sangat ramai sehingga terlihat padat, peziarah kenapa ramai di hari libur, kan anak mereka tidak sekolah sehingga mereka tidak repot untuk mengurusnya," katanya.

Ia menambahkan, untuk tanggal 5 April kemungkinan sudah tidak terlalu ramai lagi, karena yang datang dari luar daerah seperti dari jakarta sudah datang dari dua minggu yang lalu.

"Sebagian sudah ada yang berziarah, kurang lebih 50 persen yang telah di ziarah atau sembayang, jadi saya kira untuk di tanggal 5 April nanti sudah tidak banyak lagi peziarah yang melakukan sembayang kubur," katanya.

(Posbelitung.co/Yuranda/r6)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved