Horizon

Antara Pesta dan Demokrasi

PONSEL pintar saya tiba-tiba bergetar, Minggu (14/4/2019) petang selepas maghrib.

Dok/Bangkapos.com
Logo Bangka Pos 

Saya pun meyakini, di antara caleg yang ada, masih ada satu atau dua yang menawarkan idiologi kepada konstituen. Artinya, saya masih bisa berharap menyerahkan amanah hak pilih saya kepada caleg-caleg yang memang komitmen terhadap pemilihnya.

Lantas bagaimana dengan transaksi ilegal jual beli suara yang biasa disebut dengan serangan fajar? Solusinya, mari kalimat pesta demokrasi ini kita urai menjadi dua, yaitu pesta dan demokrasi.

Pesta bisa dimaknai dari menikmati uang dari para caleg, sedangkan demokrasi harus dimaknai sebagai langkah memilih yang didasarkan pada keyakinan, logika dan juga hati nurani. Uang boleh diterima dari siapa saja karena itu pesta, namun untuk memilih, tetap menggunakan standar berbeda. Setidaknya, itulah yang bisa kita lakukan sebagai bentuk protes terhadap arah demokrasi kita belakangan ini. 

Saya pun kemudian berpikir kepada kawan yang berniat menemui untuk menawarkan paket caleg. Setelah menyelesaikan tulisan ini, saya akan balas pesannya dan menyediakan waktu untuknya.

Dia adalah bagian dari pesta ini, dia adalah pembagi kebahagiaan kepada warga yang memang sedang euforia dengan pesta. Sementara, harus kita tegaskan, ia bukanlah bagian dari demokrasi yang sedang berlangsung. 

Saya juga yakin, dia tidaklah agen tunggal dari caleg-caleg penyebar serangan fajar. Ia hanyalah satu dari sekian banyak pelayan pesta di ajang demokrasi kali ini.

Saat daftar yang disodorkan tidak relevan tidak akan banyak pengaruh terhadap dirinya. Toh jika caleg yang dijualnya jadi, juga tidak akan relevan dengan masa depannya. Toh ia juga tentu bisa menikmati pestanya sendiri.

Bisa saja dia sodorkan daftar kosong pemilih sementara amunisi uangnya bisa dinikmati sendiri. Ya, marilah masing-masing kita berpesta sekaligus berdemokrasi.

Yang jelas jika terkait dengan demokrasi, mari gunakan hak suara kita dengan baik 17 April mendatang. Siapapun yang terpilih, itu adalah representasi dari arah kita menusukkan kepercayaan terhadap nama caleg dan capres di kertas suara di bilik suara mendatang. (***)

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved